Foto: Politisi Golkar yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer.

Denpasar (Metrobali.com)-

Politisi Golkar yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer angkat bicara mengenai belum jelasnya Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam menghadapi Pilgub Bali 2024.

Dengan dinamika itu, Anggota Fraksi Golkar DPR RI itu menegaskan apapun bisa terjadi termasuk kemungkinan koalisi Golkar dengan PDI Perjuangan sehingga juga memungkinkan terjadi melawan kotak kosong. Lebih lanjut Anggota Fraksi Golkar DPR RI itu mengatakan dalam konteks politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Ia menegaskan bahwa Golkar pada prinsipnya siap berkolaborasi dengan siapa saja.

Terkait dengan arah koalisi, Demer mengungkapkan bahwa Golkar masih mempertimbangkan berbagai opsi. Partai berlambang pohon beringin ini belum memutuskan apakah akan berkoalisi, membentuk poros baru, poros yang berbeda, atau memilih poros Kim.

Wakil rakyat yang sudah empat periode mengabdi di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali itu juga menyatakan bahwa ada kemungkinan terbentuknya poros KIM Minus. “Nah, kita masih melihat, kita belum nentukan juga kita mau berkoalisi atau kita mau membentuk poros baru, poros yang lain atau poros Kim. Atau kalau nggak Kim Plus mungkin Kim Minus bisa juga terjadi itu,” tegas ujar wakil rakyat berlatar belakang pengusaha sukses dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.

Saat ditanya tentang kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilkada serentak di Bali, Demer menyatakan bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi. Selain itu, ia juga menyebutkan kemungkinan koalisi dengan Gerindra, Demokrat, dan Nasdem.

Yang terpenting, menurut  politisi Golkar yang kembali terpilih di DPR RI untuk kelima kalinya hasil Pileg 2024 ini adalah membentuk koalisi yang mampu mendapatkan lebih dari 20 persen suara di parlemen sehingga bisa mencalonkan kandidat pada Pilkada November mendatang.

“Ada kemungkinannya, Golkar dengan PDIP sangat mungkin, kemudian Golkar dengan Gerindra itu juga mungkin, Golkar dengan Demokrat juga mungkin, dengan Nasdem juga mungkin. Jadi yang penting nanti kemungkinannya adalah pasti akan mengarah kepada lebih dari 20 persen suara yang bisa mencalonkan calon untuk Pilkada,” kata Demer.

Seperti diketahui, menjelang Pilgub Bali masih belum jelas calon yang akan diusung dari KIM Plus, walaupun sebelumnya sudah ada paket Mantra-Mulia, akan tetapi belakangan ini paket tersebut seakan-akan tenggelam. Bahkan belakangan muncul wacana paket Cantiasa-Mulia.

Terkait dinamika tersebut Demer mengatakan bahwa akan ada kejutan untuk calon yang akan diusung Golkar maupun KIM Plus. Demer juga tidak menampik bahwa ada kemungkinan Golkar mendukung petahana Wayan Koster.

“Ada kejutan. Kejutannya bisa jadi dengan Pak Koster, bisa jadi dengan ada calon baru yang kita akan sampaikan,” tegas Demer.

Artinya jika kejutan yang dimaksud tersebut adalah mendukung Wayan Koster maka kemungkinan Pilgub Bali 2024 akan menghadirkan kotak kosong. Terkait hal ini Demer mengatakan bahwa itu tidak menutup kemungkinan karena juga merupakan bagian dari demokrasi yang dianut selama ini.

“Tidak menutup kemungkinan karena itulah demokrasi yang kita anut sekarang yang memungkinkan hal itu terjadi,” politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu. (wid)