Buleleng, (Metrobali.com)

Kegiatan pelatihan kewirausahaan pengolahan camilan berbahan baku lokal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diselenggarakan sampai dengan 22 Juli 2022, diikuti 45 peserta. Diantaranya 30 peserta mengikuti pelatihan, dan 15 orang ikut stand pameran produk olahan pangan.

Pelatihan pengolahan camilan ini, dirangkaikan dengan Buleleng Bakery dan Pastry Expo tahun 2022 ini, dibuka Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta di Puri Saron Lovina, pada Rabu, (20/7/2022).

“Diharapkan para pelaku UMKM di sektor olahan pangan bisa dapat menghasilkan produk-produk yang kreatif dan inovatif. ” ujar Dewa Sudiarta

Lebih lanjut, Kadis Sudiarta menyampaikan, dengan diadakan pelatihan ini nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi pelaku UMKM dalam menggeliatkan perekonomian daerah Buleleng, khususnya dari pembuatan desain produk.

“Dari pembuatan produknya akan dilatih bagaimana mengerti dan memahami pembuatan kemasan. Di sini ada PT. Astra Graphia yang nantinya mensuport mereka untuk mendesain kemasan yang bagus. Sehingga, nanti produk-produk yang dihasilkan bisa dikemas dengan lebih cantik dan menarik,” ucapnya.

Ditambahkan juga, ke depannya semua masyarakat Buleleng bisa bangga mengkonsumsi produk-produk pangan lokal Buleleng yang sudah dikemas atau dibuat menjadi produk-produk ketahanan pangan lokal yang lebih kreatif, inovatif, dan kekinian.

Di tempat yang sama, Nanda Pradnya asal Desa Musi Kecamatan Gerokgak, salah satu peserta pelatihan mengatakan, dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi lebih memperkenalkan produk yang sudah dijual.

Di samping itu, dirinya berharap, pada acara ini, usaha yang sudah dijalankan oleh masyarakat Buleleng bisa menjadi lebih meningkat.

“Dengan acara ini otomatis pendistribusian barang menjadi lebih tertata dan menambah wawasan, relasi, dan mendapat refrensi,” tandasnya. (RED-MB)

Baca Juga :
Polda Lampung Melakukan Mediasi Bentrok Antarwarga Mesuji