Pelaksanaan Musda ASITA Bali secara “hybrid dan drive thru” dikhawatirkan Malah tak Akomodir Aspirasi Anggota

single-image

 

Denpasar (Metrobali.com) –

Pelaksanaan Musda XIV ASITA Bali yang rencananya digelar pada 25 Agustus lalu namun akhirnya ditunda akibat terpaparnya 2 orang staf ASITA Bali. Sebenarnya dalam waktu bersamaan empat Calon Pengurus DPD ASITA Bali juga melayangkan surat yang isinya antara lain meminta pengunduran waktu pelaksanaan Musda karena situasi yang tidak kondusif di mana beberapa anggota ASITA, dan banyak anggota masyarakat, terpapar Covid 19. Di samping itu, 4 Calon Ketua tersebut, yakni 3 Calon Ketua DPD ASITA Bali dan 1 orang Calon Ketua DEPETA ASITA BALI menganggap bahwa pelaksanaan Musda secara “hybrid dan drive thru” dikhawatirkan tidak mengakomodir aspirasi anggota dan tidak menjamin hasil Musda terselenggara secara jujur, adil, transparan, dan menyatukan semua pihak serta berpotensi menyulitkan Pengurus DPP Asita kedepannya.

“Kami ke-4 orang calon Ketua DPD/Ketua Depeta meminta kepada Panitia Pelaksana Musda XIV Asita Bali agar Musda yang telah dijadwalkan sebelumnya dapat ditunda pelaksanaannya sampai dengan dimungkinkannya pelaksanaan Musda secara tatap muka dimana semua anggota hadir di tempat acara (full offline), demi terciptanya MUSDA yang mengakomodir keinginan Anggota DPD ASITA BALI dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan ASITA,” kata I Komang Takuaki Banuartha kepada panitia pelaksana seperti yang tersirat dalam surat permintaan penundaan itu dari tiga calon kandidat Ketua ASITA DPD Bali dan 1 orang Ketua Depeta ASITA DPD Bali, yang ditandatangani secara bersama-sama oleh: I Komang Takuaki Banuartha, Putu Astiti Saraswati, Ketut Jaman dan Komang Nurjaya Maharta, kepada panitia pelaksana bertanggal (21/8/2021).

Menurut Banuaki, diperlukan perubahan formasi Ketua dan Anggota Steering Committee sesuai arahan Ketum DPP Asita yaitu terdiri dari 5 orang yang salah satunya adalah unsur DPP.

Baca Juga :
Laba bersih BCA turun, capai Rp12,2 triliun pada semester I 2020

“Sepengetahuan kami, DPP Asita tidak merekomendasikan keterlibatan pengurus dari asosiasi lain yang memiliki tugas dan fungsi yang sama dengan ASITA sebagai Steering Committee Musda. Dan menurut kami pula, Paul E. Talo yang saat ini menjadi anggota Steering Committee adalah Ketua Umum IINTOA (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Inbound Indonesia) dan Al Purwa menjadi pengurus pada Asosiasi ASITA 71. Asosiasi ini memiliki tugas dan fungsi yang sama dengan Asita,” tutur Banuaki.

Prinsipnya ke empat orang ini meminta kepada DPD dan DPP ASITA, juga kepada Steering Committee agar penyelenggaraan Musda ke XIV ASITA Bali dapat dilaksanakan secara transparan, fair dan demokratis agar dapat dihasilkan pengurus yang profesional dan mampu mengakomodasi harapan dan keinginan anggota ASITA DPD Bali dalam memajukan pariwisata Indonesia, dan khususnya pariwisata Bali. (hd)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.