Klungkung ( Metrobali.com )
Proyek swakelola pembangunan SMP Kerta Wisata Desa Selat kembali dihentikan warga desa setempat. Pekerja yang baru mulai bekerja setelah diketahui salah satu warga begitu ditegur langsung angkat kaki meninggalkan bangunan yang baru selesai dikerjakan kurang lebih 30 persen.

Mengetahui hal tersebut Metrobali.com langsung turun ke TKP. Terpantau beberapa warga setempat adu mulut dengan orang yang setelah ditanya mengaku sebagi tim tehknis dan penitia pembangunan. Pelaksana teknis yang mengaku bernama Gede Sila, mangatakan munculnya surat rekomundasi di mana dirinya ditunjuk sebagai tim tehknis karena yang didengar agar proyek pembangunan ini tetap jalan untuk itu diambil solusi agar tim tehknis diambil netral dan ketua pembangunan diganti pula. Selanjutnya anggota DPRD yang membidangi pembangunan diminta untuk menyusun komposisi panitia pembangunan. ”Dan yang saya ketahui I Wayan Sugati membidangi pembangunan hingga tersusun kepanitiaan,” ujar Sila.

Begitu pekerja akan mulai bekerja Rabu 15/11 dihentikan warga dan pihaknya ditelpon oleh Gusti Wija sebagai ketua panitia pembangunan. Tiba dilokasi pekerja sudah tidak ada, dan agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan pembangunan sementara saya hentikan untuk menunggu hasil dari rapat paruman warga yang akan dilaksanakan lagi 10 hari, papar Sila.

Dihentikannya kembali pembangunan proyek itu menurut Gusti Lanang Dwija Putra selaku kelian karena tidak adanya kordinisasi dari panitia pembangunan kepada aparat desa selat setempat. Bukannya kita menghalangi tapi tolong dikordinasikan dulu jangan nyelonong aja, inikan sudah melangkahi aparat desa, ujarnya yang diyakan oleh warga yang ada dilokasi. Sebenarnya saya sudah menghadap ke bapak Bupati untuk menyampaikan hal ini, dari Bupati diberi tahu jika pembangunan itu ditolak, akan ditarik, dan jika bisa dilanjutkan silahkan, ungkapnya. Rencana lagi 10 hari kita akan sangkep ( rapat ) warga, namun belum dilaksanakan sangkep kita temukan ada pekerjaan, dan kita hentikan dulu untuk menunggu hasil paruman warga, paparnya.

Baca Juga :
KPU Denpasar Umumkan Salinan DPT Pilwali 2020

Informasi dari warga yang sempat menghubungi Metrobali bahwa saat pekerja dilihat bekerja nyaris dibunyikan kukul bulus. Untungnya dapat dicegah olehnya. Jika hal itu sampai terjadi kemungkinan akan ramai dan warga akan mengamuk, paparnya pia henpone. Namun saat ditanya dari siapa yang nelpon warga tersebut tidak mau menyebutkan namanya, silahkan datang ke TKP ujarnya. SUS-MB