Relokasi 8

Pedagang bersalaman dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta/MB

Klungkung (Metrobali.com)-

Para pedagang Pasar Seni Semarapura yang menempati jalan lingkar sebagai tempat berjualan, secara serentak menyatakan siap direlokasi kedalam bangunan pasar. Pernyataan ini disampaikan para pedagang yang berjumlah puluhan orang kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika menghadiri acara sosialisasi penataan jalan lingkar Pasar Seni Semarapura, Kamis (14/4) kemarin. Bertempat di Bale Pesanekan Pura Melanting pasar Seni Semarapura, Bupati Suwirta memimpin acara sosialisasi didampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Gede Kusuma Jaya serta Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra.

Penataan pasar ini guna mendukung program City Tour yang akan segera diluncurkan Pemerintah Kabupaten Klungkung pada 29 April 2016 nanti. Pasar Seni Semarapura yang merupakan salah satu komponen didalam City Tour akan mulai ditata dengan menghidupkan kembali jalan lingkar yang selama ini digunakan sebagai tempat berdagang dan dilanjutkan dengan penataan dan penempatan pedagang diblok blok pasar yang masih tersedia.

Saat ini tercatat 151 pedagang dan 132 pedagang lancuban menggunakan jalan lingkar sebagai tempat berjualan. Keadaan inilah yang membuat jalan lingkar tidak dapat dilalui kendaraan dan membuat kondisi pasar tidak rapi. Padahal terdapat sekitar 208 tempat berdagang yang masih tersedia. Untuk itulah, pemkab akan merelokasi para pedagang kedalam blok blok pasar yang masih kosong.   

Dalam pidatonya Bupati Suwirta menyampaikan bahwa selain untuk mendukung program City Tour, penataan jalan lingkar pasar adalah salah satu upaya mengantisipasi kejadian – kejadian tidak terduga seperti kebakaran pasar yang belakangan ini marak terjadi disejumlah daerah serta keadaan darurat lainnya. “ Selain untuk menata pasar menjadi lebih rapi dan tertata, jalan lingkar ini nantinya akan sangat berguna jika terjadi bencana kebakaran dan keadaan darurat lainnya,ini demi keselamatan kita bersama,” ujar Bupati Suwirta. Untuk memberikan kenyamanan ditempat berdagang yang baru beberapa sarana akan diperbaiki, seperti WC, penerangan dan sirkulasi udara. Pedagang yang memiliki jumlah los lebih dari dua juga akan dikurangi sehingga bisa dipergunakan oleh lebih banyak pedagang.

Mangku Made Rena salah seorang pedagang yang telah berjualan sejak tahun 70an meminta kepada Bupati  Suwirta supaya pedangang dengan barang dagangan sejenis supaya dikumpulkan dalam satu blok. Sementara itu Wayan Ladra seorang pedagang buah meminta petugas pasar agar nantinya lebih tegas kepada para pedagang lancuban supaya tidak ada yang berjualan dijalan.

Bupati Suwirta berjanji akan terus berkomunikasi dengan pedagang dan menerima setiap masukan yang disampaikan. Setelah nantinya pasar selesai ditata Bupati perintahkan kepada Kepala UPT Pasar untuk lebih mengutamakan pedagang lama. “ Jangan berikan peluang kepada pedagang yang baru, utamakan pedagang yang lama,” Ujar Bupati asal Ceningan ini. Sebelum memimpin acara sosialisasi, Bupati Suwirta juga menyempatkan dirinya untuk berkeliling memantau beberapa sudut pasar. JIM-MB

Baca Juga :
Mahasiswa Kampar yang Ditahan di Mesir Dibebaskan