???????????????????????????????

Jembrana (Metrobali.com)-

 Pemkab Jembrana melalui Dinas Perindagkop tahun 2015 mendatang berencana merevitalisasi Pasar Banyar Anyar Banjar Tengah di Kelurahan Banjar Tengah Kecamatan Negara.  Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pedagang.

Penolakan tersebut disampaikan saat Dinas Perindagkop Jembrana melalui Kabid Perdagangan Komang Susila melakukan sosialisasi, Kamis (9/10).

Miskadi (40), salah seorang pedagang mengaku tidak setuju jika pasar yang dibangun dengan swadaya tersebut direvitalisasi. Pasalnya pasar tersebut masih bagus dan layak.

Pihaknya juga menanyakan, apakah melalui revitalisasi, daya beli masyarakat menjadi meningkat. Kemudian bagaimana dengan status kepemilikan. Kekhawatiran luas yang akan ditempati juga sebagai alasan, selain tidak mau dipindah. “Saya khawatir, jangan-jangan temopat kami menjadi lebih kecil seperti di Paar Ijo gading” ujarnya.

Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop Jembrana, Komang Susila mengatakan dilakukannya revitalisasi, agar kedepan pasar tradisional ini menjadi lebih bersih, dari yang sekarang yang terlihat jorok dan kotor serta banyak los yang telah berubah fungsi menjadi kios. “Penolakan ini wajar, tapi kami akan kembali melakukan sosialisasi, karena revitalisasi ini juga untuk kenyamanan para pedagang. intinya kami tidak ingin merugikan pedagang, ini demi kebaikan pedagang” ujarnya. MT-MB 

Baca Juga :
Kemendikbud lakukan identifikasi sekolah rusak pasca-gempa Palu