Seno Andikawanto

Mangupura (Metrobali.com)-

Obyek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berlokasi di Bukit Jimbaran, Badung memang telah dibuka kembali.

Pasca diblokirnya area wisata yang menunjukkan keindahan patungnya itu oleh warga Banjar (Dusun) Suka Duka Giri Dharma Desa Ungasan Minggu (24/8) pagi hari kini aktivitas seperti kehadiran para wisatawan baik lokal maupun asing telah menggeliat kembali.

Direktur Operasional PT Alam Sutera Realty TBK, Seno Andikawanto mengatakan, persoalan pihaknya dengan para warga sekitar yang menuntut agar jalan Rurung Agung diaspal akan dipenuhinya.

Senin (25/8) sekira pukul 23.45 wita pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan warga setempat. Karena itu bentuk pengaspalan jalan Rurung Agung tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya.

“Kami akan memenuhi 6 tuntutan apa yang sebelumnya telah dijanjikan oleh pengelola lama kepada warga setempat. Yang saat ini sebenarnya terjadi adalah kami mecoba mengupayakan yang terbaik agar warga setempat dan pengunjung sama-sama menerima kenyamanan yang setara,” ungkapnya, di Bukit Jimbaran, Badung, Selasa (26/8).

Selain menuntut agar jalan Rurung Agung diaspal, tuntutan warga adalah persoalan pembagian tenaga kerja. Seno menjelaskan, untuk pembagian tenaga kerja warga menuntut agar diberikan kesempatan kepada penduduk setempat untuk bekerja di GWK dengan pembagian fifty-fifty yakni 50 persen

“Saat ini pekerja di GWK sekitar 280 orang, kalau tenaga kerja masyarakat Bali ini sudah lebih dari cukup, 50 persen pekerja kami adalah warga sekitar, yang  kurang lebih ada 128 orang sini yang menjadi pekerja kami,” paparnya.

Imbuhnya, pasca ditutupnya GWK dalam waktu dua hari itu pihaknya harus menanggung kerugian kurang lebih Rp300 juta, padahal setiap harinya pendapatan GWK bisa mencapai Rp150 juta.

“Kalau dihitung –hitung kerugian kami selama ada aksi oleh warga kami mengalami kerugian sekitar Rp300 juta, sebab selama ada aksi pintu masuk GWK telah ditutup oleh warga,” pungkasnya.

Baca Juga :
Kunjungi Pengungsi Gunung Agung, Jokowi Disambut Gempa 4,2 SR

Namun kerugian itu, menurutnya tak terlalu menjadi persoalan dibandingkan betapa pentingnya komunikasi yang harus dibangun antara GWK dengan warga karena area wisata GWK merupakan kebanggaan masyarakat Bali yang harus dijaga dan antara pihak GWK dan masyarakat sekitar harus saling memberikan rasa nyaman. Sehingga keberlangsungan GWK dapat terjalin.SIA-MB