Denpasar (Metrobali.com) –

 

Tak ada kata rasa lelah bagi dirinya untuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan publik dalam pemerintahannya, meskipun semua cara dilakukannya, dari mulai memposting suatu himbauan di akun media sosial dan mengikuti puluhan group WhatsApp sampai menjawab rentetan pengaduan dari masyarakat, semuanya dilakukan sendiri, tak ada admin lain yang membantu.

“Saya bagaikan call center diberbagai tempat, dari mulai masalah lingkungan, kesehatan, pendidikan maupun kebencanaan, sebab saya harus mendengar sendiri aspirasi dari masyarakat,” tutur I nyoman Suwirta, Bupati Klungkung, Selasa (11/1/2022).

Meskipun, kadang tersita waktunya untuk Live di Facebook yang banyak diunggah followernya di akun @inyomansuwirta yang hingga kini di follow 78 ribu pengikutnya.

“Banyak yang menyanjung namun tak sedikit pula yang mem-bully, maklumlah di ranah media sosial sangat beragam sifat dan karakter orang,” senyumnya.

Tekadnya untuk meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas terus digenjot, lalu kemudian dievaluasi kekurangannya.

Walhasil, Dirinya dianugerahkan apresiasi dari Ombudsman Bali atas kinerjanya dengan pembuktian Hasil Survey Kepatuhan Pelayanan Publik 2021 bersama Bupati Badung, Bupati Tabanan, dan Bupati Klungkung, Selasa 11 Januari 2022 di kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab menyerahkan langsung sertifikat kepatuhan tinggi dan Penyampaian Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2019 tentang Pelayanan Publik di tahun 2021.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali tersebut mengatakan tujuan dilakukannya penyerahan sertifikat ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pencegahan maladministrasi melalui implementasi komponen standar pelayanan pada unit pelayanan publik.

Pihaknya mengatakan sudah melakukan penilaian terhadap seluruh kabupaten/kota di Bali termasuk Provinsi Bali, hanya yang mendapat indikator hijau terdapat 3 Kabupaten saja yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Klungkung yang lainnya masih di indikator kuning yang dimana belum optimal. (hd)