Padi Rebah dan Diserang Hama
Jembrana (Metrobali.com)-

Sejumlah petani di Kabupaten Jembrana dipastikan bakal merugi. Karena selain rebah lantaran hujan angin, padi milik petani juga diserang hama. Seperti hektaran sawah di Subak Kalikembar, Desa Baluk dan Subak Cebunguran di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Pantauan Kamis (9/4), selain rebah, puluhan hektar padi di dua subak tersebut dari pangkal padi hingga ujung buah nampak bergaris hitam dengan batang kropos dipenuhi jamur.
“Mungkin karena terendam air hujan. Kalau didiamkan, bukannya mati, tapi bertambah banyak” terang Kade Dwipayana (37), salah seorang petani di Subak Kalikembar, Kamis (9/4).

Menurutnya dari 40 are lahan padi miliknya, hampir separuhnya terserang hama tersebut. Sehingga mengharuskan pihaknya untuk memanen lebih awal, menghindari kerugian lebih banyak. “Kalau normal, bisa menghasilkan 3,5 ton gabah. Sekarang paling banyak mungkin 2 ton” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketut Landra (65), salah seorang petani di Subak Cebunguran dari Kelurahan Baler Bale Agung. Menghindari kerugian lebih banyak, pihaknya terpaksa memanennya lebih awal. Pasalnya dari 90 are sekitar 30 persennya terkena hama mematikan tersebut.

Dalam melakukan antisipasi, sebenarnya pihaknya telah melakukan penyemprotkan pertisida dan racun anti jamur, namun hasilnya kurang maksimal. Karena baru terligat saat padi dewasa atau siap panen.

Sementara itu, Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan Jembrana,  Ketut Wiratma, dikonfirmasi terpisah mengaku belum mengetahui dan berjanji akan segera menerjunkan petugasnya ke lapangan.
“Kita belum mendapat lapiran dari PPL. Besok kita akan turunkan POPT (Pengamat Organisme Penganggu Tanaman) kelapangan” terangnya.

Sebelumnya pihaknya menerima laporan serangan hama wereng di subak Kelurahan Sangkaragung dan Desa Budeng di Kecamatan Jembrana. Namun sudah teratasi dengan dibantu tim Dinas Pertanian Provinsi Bali. MT-MB

Baca Juga :
DPRD Bantah Tolak Tandatangani Anggaran Pengamanan Pilkada