OPINI : Masalah dan Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Era Revolusi Industri 4.0

metrobali
single-image

Ilustrasi.(ist)

 

Revolusi industry 4.0 dapat diartikan sebagai sebuah transformasi secara komprehensif terhadap semua aspek produksi dalam industry dengan optimalisasi penggabungan teknologi digital dan industry. Menurut Schlechtendahl, revolusi industry menekankan pada kecepatan dalam menerima informasi dalam industry yang memiliki entitas hubungan informasi yang baik. Dapat disimpulkan bahwa revolusi 4.0 adalah sebuah era industry yang menitik beratkan komunikasi, teknologi digital, dan industry berjalan seiringan guna mengoptimalisasi kehidupan manusia. Revolusi 4.0 berjalan lurus dengan teknologi semakin hari semakin berkembang dan tak akan ada habisnya. Segala sesuatu semakin dipermudah, dipercepat, dan dibuat sepraktis mungkin. Di era revolusi 4.0 ini masyarakat haruslah memiliki kompetensi dan daya saing dalam bidang tertentu untuk dapat bertahan pada era ini.

Pandemi adalah sebuah keadaan dimana sebuah penyakit(virus) menyebar dan meluas dalam tempo waktu cepat dengan sekala besar. Corona Virus Disease 19 atau yang lebih sering kita sebut dengan COVID-19 adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Covid-19 ini cenderung menyebabkan gangguan system pernapasan seperti flu hingga pneumonia. WHO menyatakan secara resmi pada 9 Maret 2020 bahwa Corona Virus Disease-19 ( COVID-19) sebagai pandemic, yang berarti bahwa Covid-19 telah menyebar secara cepat di dunia. Pandemic Covid-19 ini memaksa masyarakat dunia untuk menyesuikan kehidupan atas keadaan luar biasa seperti ini. Pemerintah khususnya Pemerintah Indonesia menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) yang berarti berkurangnya interaksi social secara langsung dari seluruh lapisan masyarakat. PSBB ini sangatlah berdampak bagi kehidupan masyarakat di segala aspek kehidupan seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

Dalam keadaan seperti saat ini sudah barang pasti adanya perubahan-perubahan yang bersifat dinamis. Fakta bahwa dunia mengadakan revolusi 4.0 dan keadaan musibah berupa pandemic covid-19 sudah barang tentu menimbulkan dampak yang  signifikan dalam kehidupan. Dari semua dampak tersebut, sudah barang tentu akan ada dampak negative berupa permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam satu atau serangkaian studi kasus kejadian. Di masa revolusi 4.0 khususnya di masa Pandemi covid-19 seperti sekarang masyarakat dipaksa untuk memahami dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi. Beberapa aspek kehidupan masyarakat sangatlah terdampak oleh keadaan sekarang ini. berikut beberapa sector kehidupan masyarakat yang terganggu oleh adanya Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19 adalah :

 

  1. Ekonomi

Berdasarkan jurnal dari ED Sihaloho tahun 2020, menteri Keuangan Republik Indonesia, Ibu Sri Mulyani mengatakan bahwa krisis yang kita hadapi saat masa pandemic covid-19 sangatlah kompleks. Krisis semacam ini disebabkan oleh resesi yang belum tertahan. Dan berdasarkan artikel bikinpabrik.id dijelaskan bahwa revolusi industry 4.0 yang tengah digagas saat ini bertujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia baru pada tahun 2030.  Dampak-dampak serius yang kita hadapi antaranya;

  1. Gangguan kesehatan psikis dan fisik mengalami peningkatan, yang secara tidak langsung memaksa Negara untuk memenuhi ketersediaan fasilitas public yang optimal di bidang kesehatan. Contohnya adalah pembangunan dan aktualisasi rumah sakit-rumah sakit agar mampu menangani pasian kasus covid-19, serta pemberian vaksin kepada setiap masyarakat yang sudah barang tentu hal ini akan sangat mempengaruhi anggaran biaya Negara.
  2. Kehilangan pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang terbiasa bekerja pada sector konvensional (tatap muka) dikarenakan oleh protocol kesehatan dan PSBB yang sangat membatasi kerumunan dan interaksi social masyarakat secara langsung. Hal ini semakin berdampak apabila terjadi pada masyarakat dengan kehidupan dibawah garis kemiskinan serta keterbatasan dalam mata pencaharian yang mereka miliki.
  3. UMKM tersendat, hal ini sangatlah mungkin terjadi dikarenakan factor berkurangnya akses mereka mengembangkan usaha di public, serta persaingan perdagangan secara daring( online) meningkat dengan tajam dikarenakan semua orang mencoba merintis usaha tersebut ditengah keadaan pandemic berlangsung. Inilah yang harus kita perhatikan dalam memulai usaha secara online dalam masa pandemic dan revolusi industry 4.0. hal seperti ini tidak akan berakhir bersama pandemic, namun persaingan di dunia digital akan terus menerus terjadi dan akan berkembang bentuk-bentuk persaingan baru di dalamnya.
  4. System korporasi mengalami gangguan. Hal ini menyebabkan begitu banyaknya kasus PHK yang membuatangka pengangguran di Indonesia meningkat dan akan menjadi perhatian dalam bidang social serta ekonomi, dikarenakan tidak terserapnya sumber daya manusia secara optimal. Dari sisi perkembangan reolusi industry 4.0 juga mendorong perubahan system kerja dengan menggunakan teknologi yang bersifat robotic, sehingga mempersulit terserapnya SDM.
  5. Terganggunya nilai mata uang internasional dan berdampak pula pada nilai rupiah. Secara tidak langsung hal semacam ini dapat menjadi akar kekacauan ekonomi masyarakat
  6. Pendidikan
Baca Juga :
Essential Bits Of Indiancupid

Revolusi industry 4.0 dan pandemic covid-19 sangatlah mendorong perubahan pada pola pendidikan yang kita jalani sebelumnya. Pemanfaatan dunia digital kini semakin digalakan guna meningkatkan kualitas belajar. Namun perlu kita ingat bahwa infrastruktur dan fasilitas pendidikan di Indonesia masih perlu perhatian khusus dari pemerintah. Kejadian seperti ini dapat menimbulkan ketimpangan pada kompetensi bersaing dari tiap individu dan akan sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. Maka dari itu optimalisasi dari pembangunan infrastruktu belajar sangatlah diperlukan. Dari segi pandemic ini sendiri yang mengakibatkan pembelajaran jarak jauh juga membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi kurang efektif dibuktikan dari sulitnya system belajar tanpa pengawasan langsung, hingga menurunnya minat belajar siswa. Hal ini menjadi catatan khusus dan menjadi perhatian penting bagi kita semua agar  proses pembelajaran bagi generasi bangsa dapatberjalan secara optimal

  1. Pariwisata

Sejatinya perkembangan revolusi industry 4.0 cenderung menuntungkan pelaku pariwisata. Revolusi industry 4.0 sangatlah mengutamakan teknologi digital, hal ini dapat mengoptimalisasi bagaimana sebuah pariwisata dapat diperkenalkan secara luas kepada masyarakat banyak tanpa batas ruang dan waktu. Tetapi perlu tetap kita ingat bahwa perkembangan ini perlu dibarengi dengan kompetensi dari individu yang mengelolanya, dan hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Perlu adanya potensi diri, inovasi, dan kreativitas di dalamnya. Namun, permasalahan timbul oleh pandemic covid-19. Dimana terjadi penurunan jumlah wisatawan domestic maupun internasional yang pada intinya disebabkan oleh diperketatnya protocol kesehatan dan pembatasan interaksi, serta peraturan dari daerah maupun pusat yang melarang dan menghimbau masyarakat agar mengurungkan niatnya untuk meninggalkan rumah. Hal ini sangatlah pelik dan sangatlah berimbas kepada sector ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Menurunnya pariwisata juga berimbas pada turunnya pendapatan sector lain seperti transportasi. Dan berujung kembali pada masalah ekonomi.

  1. Kesehatan

Sector kesehatan di masa sekarang revolusi industry 4.0 sangatlah dibantu. Terlihat dari semakin dimudahkannya system administrasi kesehatan untuk masyarakat. Pelayanan dari petugas kesehatan juga semakin maksimal berkat bantuan dari dunia digital khususnya pada konsultasi kesehatan.

Sedangkan Covid-19 sendiri membawa dampak kesehatan yang cukup serius. Tiap individu yang terpapar virus ini memiliki respon tubuh yang berbeda. Namun secara garis besar mereka mengalami gejala serupa, yakni demam, kelelahan, dan batuk kering.  Secara lebih khusus, virus ini memiliki gejala seperti melemahnya indera penciuman, masalah pernapasan, dan nyeri bagian dada. Jika seseorang terpapar virus ini memiliki resiko yang berbeda, tergantung dari penyakit bawaan atau kondisi kesehatan individu tersebut pada saat itu. Orang dengan penyakit pernapasan bawaan memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan orang yang memiliki riwayat penyakit lain. Resiko terparah dari viruss ini adalah kematian. Selain penyakit secara fisik, dampak dari pandemic ini juga mempengaruhi kesehatan psikis masyarakat. Dilansir dari osf.id, Kartini Kartono berpendapat bahwa pandemic ini menyebabkan anxiety. Anxiety sendiri adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kerisauan dan ketakutan dengan hal yang tidak jelas. Fenomena ini juga diperparah dengan munculnya teori-teori mengenai covid-19 yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Hal ini sudah barang tentu menjadi perhatian khusus oleh pemerintah karena sudah menjadi suatu hal yang membahayakan kehidupan masyarakat dan stabilitas nasional. Pemerintah mengeluarkan kebijakan demi kebijakan dalam mengendalikan pandemic ini.

Baca Juga :
Jabatan Wakil Panglima TNI, Presiden: Ini Mengelola Manajemen Besar

Diantara semua permasalahan yang terjadi, sudah barang pasti pemerintah dan masyarakat mencari solusi atas permasalahan bangsa yang terjadi akibat dari Revolusi industry 4.0 dan Pandemi covid-19 yang kini tengah berlangsung. Segala macam aspek yang mendapat gangguan serius dari pandemic pada khususnya telah dilakukan berbagai macam metode-metode pengendalian. Dilansir dari jurnal yang dimuat pada laman samarinda.lan.go.id, berikut adalah upaya pemerintah yang disinyalir dapat menjadi solusi bagi permasalahan pandemic covid-19 di tengah giatnya revolusi industry 4.0 yaitu dengan menerapkan penutupan migrasi dari luar negeri, syarat bepergian berupa keterangan rapid antigen, meliburkan sekolah dan kantor, menutup tempat hiburan dan mengupayakan vaksinasi covid-19 kepada seluruh masyarakat.

Hal-hal yang dianggap sebagai solusi bukanlah menjadi jaminan akan tidak munculnya permasalahan lain. Dalam kenyataannya masyarakat belum bisa menerima putusan demi putusan yang ditetapkan oleh pemerintah atas dasar tidak tahu, tidak mau tahu, dan ketidakpercayan terhadap pemerintah. Hal ini terjadi di sekeliling kita, mulai dari pelanggaran ringan protocol kesehatan seperti tidak memakai masker, sampai sebuah kampanye atau unjuk rasa yang melibatkan massa banyak guna menentang putusan dari pemerintah.

Pemerintah kini mulai menggiatkan kembali pemulihan dari pandemic covid-19 dan optimalisasi revolusi industry 4.0 di berbagai sector yang terdampak serius. Berikut adalah gerakan-gerakan dari pemerintah dalam pemulihan stabilitas nasional:

  1. Ekonomi

Memberikan kembali kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, namun tetap berpatokan pada protocol kesehatan. Memberi peluang kepada pelaku UMKM dengan listrik gratis unruk jumlah voltase tertentu, bantuan langsung tunai yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pada umumnya, kartu prakerja untuk membantu perekonomian karyawan yang terkena PHK sebagai pendapatan sementara dan sebagai pelatihan guna mencari pekerjaan sesuai renjananya masing-masing, derta subsidi bagi karyawan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

  1. Pendidikan

Di masa pandemic covid-19 ini, solusi sementara yang ditempuh pemerintah dalam pendidikan adalah dengan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh atau yang disingkat dengan PJJ. Kebijakan ini dibuat untuk menekan penyebaran virus covid-19. Sistematiaknya adalah dengan skema pembelajaran secara online, yang artinya siswa dan tenaga pendidik tidak bertemu secara langsung, melainkan melalui beberapa platform media social sebagai perantaranya. Pemerintah juga telah mengantisipasi kurangnya fasilitas dengan mengadakan pembelajaran di stasiun TV pemerintah dan memberian kuota internet gratis bagi siswa terdaftar. Di beberapa daerah juga diadakan pengadaan wi-fi gratis di beberapa sudut daerahnya dengan catatan para pengguna tetap patu pada protocol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan physical distancing. Hal ini tampak menjadi solusi sementara yang tepat, karena secara tidak langsung masyarakat utamanya generasi pelajar dapat beradaptasi langsung dalam pengembangan teknologi digital yang memang mau tidak mau kita akan hadapi di era revolusi industry 4.0.

Perlahan-lahan pemerintah juga mulai memberikan kesempatan untuk para siswa mengadakan persekolahan tatap muka secara berkala, namun tetap menaati protocol kesehatan yang berlaku. Hal ini setidaknya membantu pulihnya dunia pendidikan secara perlahan-lahan.

 

  1. Pariwisata

Pemerintah juga tampak serius dalam pemulihan pariwisata, karena hal ini sangatlah erat dengan perekonomian Negara. Pemerintah mulai memberi kesempatan pada masyarakat yang akan bepergian keluar kota dengan syarat-syarat seperti hasil test swab antigen, atau dengan syarat lainnya. Hal ini ditujukan agar masyarakat memiliki akses untuk melaksanakan kegiatan mereka di luar kota. Selain itu pemerintah juga menggunakan jasa beberapa influencer dalam menarik minat wisatawan domestic pada khususnya. Hal ini masih menjadi pergolakan  di masyarakat, ada yang setuju karena hal ini dinilai cukup efektif dalam mempromosikan pariwisata, ada juga yang menyayangkan hal ini karena dianggap hanya membuang-buang uang Negara dengan menggunakan jasa influencer yang belum tentu menimbulkan hasil yang baik. Akan tetapi juka ditarik sebagai peran teknologi digital, keputusan ini bisa dinilai sebagai keputusan yang baik karena dengan massa atau pengikut yang dimiliki oleh influencer akan dapat mempromosikan pariwisata secara lebih luas lagi di dunia digital. Di beberapa daerah khususnya di Bali, kini tengah digalakan vaksinasi bagi pelaku pariwisata. Vaksinasi bagi pelaku pariwisata ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi pelaku pariwisata melaksanakan kegiatannya meningkatkan kembali nilai pariwisata di daerah Bali dengan perasaan tenang. Begitu pula bagi para wisatawan agar dapat berwisata dengan tenang tanpa takut terpapar covid-19

Baca Juga :
Bupati Suwirta Hadiri Sosialisasi Penerapan Sistem Uji Coba Pembayaran Global Budget

 

  1. Kesehatan

Di bidang kesehatan pemerintah mulai membuat kebijakan demi kebijakan untuk memulihkan kesehatan masyarakat secara fisik ataupun psikis. Pemerintah menyiagakan lebih dari 100 rumah sakit meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat di lingkungan public pada awal masuknya pandemic ini ke Indonesia. Dibentuk pula Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang bertugas secara khusus dalam penanganan pandemic covid-19 yang melanda tanah air. Langkah lebih strategis disusun oleh Pemerintah melalui gugus tugas ini, yaitu dengan peningkatan jumlah rumah sakit pelayanan covid-19 menjadi 132 RS Pemerintah, 109 RS TNI, 65 RS BUMN, dan 53 RS Polri.

Berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masyarakat dituntut untuk tetap mematuhi protocol kesehatan dan mendapat perhatian secara ketat. Per-Juni 2020 digaungkan Normal Baru, jadi normal baru yang dimaksud alah suatu tatanan kehidupan masyarakat secara umum beserta kegiatannya masing-masing dengan tetap berpatokan dengan protocol kesehatan. Masyarakat tetap diminta mengurangi mobilitas dan mematuhi 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Kini pemerintah juga semakin meningkatkan kinerjanya dengan trobosan solusi yang dianggap adalah solusi terbaik, yaitu dengan pembagian vaksinasi covid-19 gratis kepada masyarakat. Solusi ini dinilai sangat tepat karena dalam keadaan luar biasa seperti saat ini, masyarakat yang telah menerima vaksin dapat melaksanakan aktivitas dengan tenang dan nyaman, namun tetap berpatokan pada protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Selain secara fisik sudah dilindungi oleh vaksin, masyarakat juga mengalami peningkatan psikis yang baik karena bisa kembali melaksanakan aktivitasnya sehari-hari dalam keadaan sehat dan tenang terbebas dari virus ini.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Pandemi Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah momen dimana semua unsur di bangsa ini, baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat harus bergerak bersama melakukan perubahan demi keberlangsungan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Dibalik semua masalah dan kekurangan dari keadaan seperti ini, ada banyak jalan yang dapat kita tempuh bersama sebagai solusi dari permasalahan ini. Pemerintah berperan sebagai penuntun bangsa hendaknya dapat mengarahkan kehidupan bangsa ini menjadi lebih baik kedepannya.

Revolusi industry 4.0 adalah suatu hal yang akan berdampak baik bagi Negara dan individu yang mampu memahaminya. Maka dari itu, dalam situasi pandemic seperti ini masyarakat diberikan kesempatan danpeluang untuk memahami, memanfaatkan, dan mengoptimalkan teknologi digital dalam melangsungkan kehidupannya.

 

Profil Penulis :

 

Nama : I Putu Bayu Rama Mahendra
Pekerjaan : Taruna Muda Politeknik Ilmu Pemasyarakatan
Asal : Gianyar, Bali
Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd