Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Setiap Banjar Hanya Satu Ogoh-Ogoh

single-image
Jembrana (Metrobali.com)
Hari raya Nyepi identik dengan ogoh-ogoh. Pelaksanaan ogoh-ogoh sempat vakum karena pandemi Covid-19. Menyambut hari raya Nyepi Tahun Saka 1944 yang jatuh pada bulan Maret 2022 ini pelaksanaan ogoh-ogoh kembali diadakan.
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana I Nengah Subagia, Selasa (11/1/2022) mengatakan sesuai hasil rapat dengan Bendesa Adat se Jembrana dan Paiketan Krama atau Yowana pelaksanaan ogoh-ogoh serangkaian hari raya suci Nyepi akan diadakan di Jembrana.
Namun sambungnya, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai surat edaran (SE) Gubernur Bali. Dan untuk di Jembrana pembuatan ogoh-ogoh hanya boleh dibuat oleh lembaga seperti banjar adat dan paiketan krama atau yowana.
“Untuk pembuatannya, masing-masing banjar adat hanya boleh membuat 1 ogoh-ogoh. Dan sepengetahuan atau mendapatkan ijin dari bendesa adat dan Satgas Covid-19 setempat” terangnya.
Ogoh-ogoh nantinya hanya boleh diarak dimasing-masing banjar adat atau tempat ogoh-ogoh dibuat dengan jumlah peserta maksimal 50 orang. “Karena masih pandemi, peserta juga harus sudah divaksin dan rapid tes antigen” imbuhnya.
Terkait keamanan menurutnya selain pihak kepolisian juga oleh pecalang dan prajuru adat di masing-masing banjar adat maupun desa adat setempat.
Saat mengarak ogoh-ogoh hanya boleh diiringi gambelan tradisional seperti bleganjur dan tidak boleh memakai soundsystem. Sedangkan lama waktu mengarak ogoh-ogoh di hari Pengerupukan Nyepi harus sudah selesai sampai pukul 20.00.
Pelaksanaan ogoh-ogoh menurutnya mendapat apresiasi dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Dan berencana akan memberikan bantuan. (Komang Tole)
Bagikan :
Baca Juga :
Pergi Mencari Rumput, Warga Banjar Arca Ditemukan Meninggal Dunia

Leave a Comment

Your email address will not be published.