Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Dinas Parbud Sediakan Uang Penghargaan

single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)

 

 

Sempat vakum hampir tiga tahun, Hari raya Nyepi tahun baru saka 1944 tahun 2022 yang jatuh pada awal bulan Maret bakal diramaikan ogoh-ogoh.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadaka membenarkan bahwa pembuatan ogoh-ogoh menyambut hari raya Nyepi tahun 2022 sudah diperbolehkan.

Namun dalam pelaksanaan lanjutnya, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat sesuai surat edaran Gubernur Bali nomor B.19.430/287/Kes/DISBUD tentang Pembuatan dan Pawai Ogoh-Ogoh.

Pembuatan ogoh-ogoh disebutnya merupakan ranah dari Majelis Desa Adat dan hanya dapat dibuat oleh desa adat maupun banjar adat serta paiketan krama atau yowana. Sedangkan pihak Dinas Parbud Jembrana hanya menangani terkait kegiatan perlombaan.

Untuk kegiatan perlombaan sambungnya, masing-masing kecamatan nantinya diwakili lima (5) peserta ogoh-ogoh terbaik yang ditentukan oleh masing-masing kecamatan.

“Jadi nanti akan ada 25 ogoh-ogoh. Dan masing-masing ogoh-ogoh akan mendapat uang penghargaan sebesar Rp.3 juta” jelasnya.

Selanjutnya, 25 ogoh-ogoh dari lima kecamatan itu akan dinilai oleh tim penilai kabupaten untuk mencari 15 ogoh-ogoh terbaik. “Untuk 15 ogoh-ogoh terbaik ini nantinya masing-masing akan mendapatkan hadiah atau uang penghargaan sebesar Rp.5 juta” ungkapnya.

Dan dari 15 ogoh-ogoh itu menurutnya akan kembali dilombakan di tingkat kabupaten untuk mencari enam (6) ogoh-ogoh terbaik, dimana untuk Juara 1 mendapatkan hadiah Rp.10 juta, Juara 2 Rp.8 juta, Juara 3 Rp.6 juta dan Juara 4, 5 dan 6 masing-masing Rp.4 juta.

“Itu saja yang kita (Dinas Parbud) bisa bantu. Beda dengan dulu. Kalau dulu kan setiap ogoh-ogoh dapat Rp.1 juta, sekarang tidak karena keterbatasan anggaran dan masih Covid-19” terangnya.

Terkait penilaian menurutnya tim penilai belum dibentuk dan masih dimusyawarahkan karena nantinya akan diputuskan melalui SK Bupati. Sedangkan untuk menyeleksian ogoh-ogoh di setiap kecamatan pihaknya sudah mengirim surat ke masing-masing kecamatan. Dan suratnya sudah dikirim per hari ini.

Baca Juga :
Uniknya Tradisi Omed-omedan di Bali

Menurutnya penilaian dalam mencari ogoh-ogoh terbaik tidak lagi dilombakan di Catus Pata (Perempatan Sudirman Agung). Namun tim penilai turun langsung ke lapangan atau ke masing-masing lokasi ogoh-ogoh untuk melihat langsung atraksi ogoh termasuk dengan menggunakan bleganjur.

“Nanti untuk perwakilan dari masing-masing kecamatan ditentukan atau dinilai dari kecamatan. Kalau tim penilai kabupaten untuk mencari 15 terbaik dan terbaik di tingkat kabupaten” pungkasnya. (Komang Tole

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.