Denpasar (Metrobali.com)-
Istri Wakil Walikota Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana hadiri  Diklat Guru  Pendamping Muda (Diklat Berjenjang Tingkat Dasar) Stunting Kota Denpasar di SPNF SKB Kota Denpasar Senin (25/4).
Acara  yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar bertujuan untuk mempersiapkan pendidik agar memiliki kompetensi kepribadian, profesional pedagogik dan sosial sehingga menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.
Pokja Bunda Paud Kota Denpasar Ni Made Sugiantini saat membacakan sambutan Bunda Paud Kota Denpasar  Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, Diklat ini digagas oleh Pokja Bunda Paud Kota Denpasar dalam rangka ikut berperan serta dalam pencegahan dan penuntasan Stunting di Kota Denpasar.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia. Kekurangan gizi sejak dalam kandungan mengakibatkan pertumbuhan otak dan organ lainnya terganggu yang mengakibatkan anak lebih berisiko terkena diabetes, hipertensi dan gangguan jantung.
 Stunting dan pendek memang sama-sama menghasilkan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Namun stunting dan pendek adalah kondisi kesehatan berbeda, sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama. Pendek kata stunting adalah pendek namun pendek belum  tentu stunting.
 Lebih lanjut Sugiantini mengatakan, Diklat ini melibatkan 80 orang pendidik Paud di Kota Denpasar. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 29 April mendatangkan narasumber praktisi Paud yang telah memiliki sertifikasi pelatihan calon pelatih sehingga dapat memberikan materi sesuai latar belakang keilmuan yang dimiliki dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui diklat ini para Guru Paud diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait stimulasi perkembangan anak usia dini 0-6 tahun. “Dengan adanya Diklat ini nantinyadapat memberikan layanan yang optimal pada anak, terutama di masa 1000 hari pertama kehidupan serta mengatasi potensi dan dampak stunting pada anak,” ungkap Sugiantini.
 Sugiantini  menambahkan melalui kegiatan Diklat diharapkan para narasumber dapat membekali peserta dengan kemampuan memahami, memaknai dan menerapkan konsep terkait percepatan penurunan stunting yang terdiri atas pertumbuhan dan perkembangan kesehatan dan gizi anak usia tahun serta peran guru paud dalam percepatan penurunan angka stunting.
Sumber : Humas Pemkot Denpasar
Baca Juga :
Malam Tahun Baru, Dinas Perhubungan Terjunkan 40 Personil