Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, saat membuka pelatihan Pemanfaatan Halaman Pekarangan melalui Hatinya PKK di Kelurahan Sumerta, Jumat (26/11).

 

Hatinya PKK, Tak Sekadar Penuhi Kebutuhan Pangan

Denpasar (Metrobali.com)-

Pandemi Covid-19 yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan belum berakhir. Agar tetap bertahan, masyarakat pun dituntut terus beradaptasi di tengah kehidupan kenormalan baru.
Hal itu kembali menjadi Perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, saat membuka pelatihan Pemanfaatan Halaman Pekarangan melalui Hatinya PKK di Kelurahan Sumerta, Jumat (26/11). Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari diikuti kelempok Kertha Bhutani dan Kelompok Tali Kasih serta PKK Kelurahan Sumerta dihadiri juga Camat Denpasar Timur, I Wayan Herman dan Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan tomat, cabai, terong dan ketela oleh Plt Kadis Petanian Kota Denpasar, A.A.G Bayu Brahmasta.
Lebih lanjut Antari Jaya Negara menambahkan  perlu terus melakukan berbagai aktivitas yang kreatif salah satunya memanfaatkan pekarangan melalui Hatinya PKK. Tentunya dalam pemanfaatakan pekarangan diperlukan penataan yang benar-benar sesuai dengan Hatinya PKK. “U?Saya sangat mengapresiasi pelatihan yang telah dilakukan, Kelurahan Sumerta bagaimana memanfaatkan pakarangan dan bagaimana membuat ecoenzyme untuk keperluan pupuk tanaman,” ujarnya. Antari Jaya Negara mengingatkan pada peserta pelatihan agar usai pelatihan memperaktekan materi yang didapat dalam pelatihan untuk mewujudkan pekarangan yang asri.  Dengan demikian minimal dapat mengurangi pengeluaran dalam rumah tangga untuk kebutuhan sayur mayur.
“Hatinya (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK ini seolah jawaban, di saat aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi selama pandemi. Selain hasilnya untuk menjaga imun tubuh, juga menjaga kesehatan ,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.
Ditambahkan, setiap jengkal tanah atau halaman bisa dioptimalkan dengan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi keluarga. Bahkan ketika tinggal di kota besar atau daerah yang padat penduduk sehingga tidak memiliki halaman yang luas pun, masih dapat memanfaatkan ruang yang ada, dengan menanam secara vertikal melalui tabulapot, digantung.
Selain itu, pengelolaan Hatinya PKK juga dapat diintegrasikan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik. Sementara, sampah yang bisa didaur ulang, bisa diubah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi.
Sementara Plt. Kadis Pertanian Kota Denpasar A.A.G Bayu Brahmasta menyampaikan sangat mendukung gerakan Hatinya PKK. Selain untuk kebutuhan sehari-hari dan bila hasilnya melebihi kebutuhan bisa di jual sehingga menambah pendapatan. Tidak hanya itu melalui pelatihan ecoenzyme juga dapat mengurangi tumpukan sampah. Mengingat sampah-sampah daun dapat digunakan untuk sampah organik. “Saya kira pemanfaatan pakarangan sayang tepat untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Wayan Sumatra salah seorang warga yang telah memanfaatkan pekarangan untuk Hatinya PKK mengaku sangat terbantu dengan adanya Hatinya PKK. Selain untuk kebutuhan sehari-hari juga mengurangi pengeluaran untuk untuk membeli sayur mayur. “Kami rasakan keberadaan Hatinya PKK selain membuat pakarangan jadi hijau juga bermanfaat untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga :
Diluncurkan, Aplikasi Jelajah Pulau Bali

Sumber : Humas Pemkot Denpasar.