Jembrana (Metrobali.com)

 

Bendesa Desa Adat Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Nengah Wartono (63), Minggu (17/4/2022) ditebas sabit. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Jembrana dan mendapat 14 jaritan karena mengalami luka serius pada pangkal lengan kiri.

Dari informasi korban ditebas sabit oleh Mukarom (54) orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Ia sempat dirawat dua (2) kali di rumah sakit jiwa di Kabupaten Bangli.

Bendesa Yeh Kuning, Nengah Wartono mengatakan saat itu ia sedang menonton latihan Mekepung (balapan kerbau) berdiri di pinggir sirkuit Mekepung di Desa Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo bersama warga lainnya.

Korban sempat melihat pelaku datang dari arah timur dengan mengenakan wastra (sarana) pelinggih sambil membawa sabit. Namun korban tidak menghiraukannya dan tetap menonton latihan Mekepung.

“Tahu-tahu saya ditebas dua (2) kali. Yang pertama tidak terasa. Yang kedua rasanya perih” ujar Bendesa Wartono, Minggu (17/4/2022).

Akibat ditebas sabit, Bendesa yang juga Mangku ini mengalami luka robek pada pangkal lengan kiri atas sampai bawah pundak kiri. Korban baru menyadari dirinya terluka setelah diberitahu warga lainnya karena darah terus keluar.

“Saya diajak ke puskesmas. Luka dalam dijarit 5, luka luar dijarit 9” jelasnya.

Setelah menebas lanjutnya, pelaku berjalan ke arah barat dan warga tidak ada yang berani mendekat karena pelaku membawa sabit.

Bendesa Wartono mengaku kenal dengan pelaku. Dan ia tidak mempersalahkannya karena pelaku diketahui ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). “Kasusnya saya serahkan kepada Polsek Mendoyo” imbuhnya.

Kapolsek Mendoyo AKP I Putu Suarmadi seijin Kapolres Jembrana, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Atas laporan warga kami langsung ke lokasi dan mengamankan pelaku. Pelaku mengambil sabit seorang warga yang sedang mencari rumput” ujarnya.

Baca Juga :
Lentera Minta Akses Anak Terhadap Rokok Dibatasi

Menurut keterangan istri pelaku kata Kapolsek, pelaku pernah dua kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli. Dan pelaku akan dikirim kembali ke rumah sakit jiwa (RSJ) Bangli. (Komang Tole)