Gianyar (Metrobali com) 

 

Pelantikan Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kabupaten Gianyar Periode 2021-2026 dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winarta dilaksanakan di Pada Wareg ECO Park, Tampaksiring Gianyar berlangsung dengan khidmat dan sederhana

Turut hadir selain Ketua BMPS Provinsi Bali, I Gede Ngurah Ambara Putra, SH dan Bupati Gianyar yang diwakili oleh Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesra Kabupaten Gianyar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gianyar serta Pengurus BMPS Bali.

I Wayan Suka terpilih untuk mengemban amanat sebagai Ketua BMPS Kabupaten Gianyar Periode 2021-2026.

Bagi kita perguruan swasta, tentu dinamika ini tidak dapat dijadikan alasan untuk berhenti berkontribusi untuk membangun sumber daya manusia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk kembali membangun citra sekolah swasta yang semakin baik ditengah-tengah kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk, bahkan kita harus mampu mengorientasikan pola-pola pengelolaan pendidikan yang memihak kebutuhan masyarakat dengan semangat “new-rebranding”.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali, Gede Ngurah Ambara Putra, SH saat pelantikan pengurus BMPS Kabupaten Gianyar, Kamis (21/4/2022).

Namun patut juga disadari bahwa kemampuan 290 perguruan swasta di Gianyar tidaklah besar, sadar tidak sadar kita sangat membutuhkan dukungan dari para pihak, terutamanya pemerintah daerah dalam hal ini kami memohon kepada pemerintah Kabupaten Gianyar membuat kebijakan proporsional agar memperhatikan kesejahteraan 3200 guru swasta yang ada di gianyar dengan meningkatkan subsidi pendidikan (Bosda) 23.000 anak didik yang ada di perguruan swasta. Untuk itu BMPS Gianyar agar terus berkordinasi dengan pemda gianyar supaya berusaha yang terbaik untuk ikut memajukan pendidikan baik secara infrastruktur maupun penyiapan SDM yang handal di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga :
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Gencar Kampanyekan Pelestarian Tenun Lokal Bali

Diantara penyelenggara sekolah, baik itu sekolah negeri maupun swasta tentunya memiliki persamaan dan perbedaannya. Demikian juga bahwa diantara sesama sekolah swasta ada perbedaan dan persamaannya pula.

“Kita berbeda tapi tidak untuk dibeda-bedakan. Mari kita kedepankan kebersamaan, bersama kita bisa, bekerja sama bergandengan tangan, tidak bersaing, tetapi bersinergi dan berkolaborasi dengan mengedepankan musyawarah kekeluargaan. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Sakit sama mengaduh luka sama mengeluh,” kata Ambara.

Dengan kerendahan hati, pihaknya memohon kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka meningkatkan kemajuan dunia pendidikan agar memperhatikan keberadaan dan memberdayakan sekolah swasta serta tidak melakukan wacana pembentukan sekolah negeri Baru. “Hal ini juga untuk mengantisipasi jangan sampai sekolah negeri membludak jumlah siswanya namun membuat sekolah swasta ‘menangis’ karena tidak mendapatkan siswa” tambahnya.

“Lebih baik memberdayakan sekolah swasta untuk dijadikan sekolah negeri ketimbang membangun sekolah baru, lebih menghemat dari sisi anggaran, tinggal dikoordinasikan tentang bagaimana mengubah status gedung serta pembiayaannya,” pungkas Ambara.

Dalam pidatonya Ketua BMPS Kabupaten Gianyar terpilih, I Wayan Suka menyampaikan bahwa pihaknya aka memprioritaskan dahulu konsolidasi internal serta berencana membentuk wadah kepala sekolah swasta dan melaksanakan kegiatan yang bersifat untuk memajukan SDM sekolah swasta sehingga menjadi SDM unggulan. (hd)