Jembrana (Metrobali.com)
Ngaben kolektif dan metatah masal gratis kembali dilaksanakan di Bangsal Yadnya Desa Adat Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Tercacat peserta yang mengikuti ngaben sejumlah 106 sawe dan metatah sejumlah 8 orang.
Guna membantu pelaksanaan ngaben dan metatah masal gratis tersebut, Pemkab Jembrana memberikan bantuan dana sebesar 275 juta rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2022. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang diterima oleh Ketua Majelis Alit Kecamatan Jembrana Nyoman Suara, Jumat (29/7).
“Biaya upacara Pitra Yadnya ini telah dianggarkan pada APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2022, dengan demikian masyarakat tidak lagi dikenakan biaya (gratis). Semoga program ini dapat meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya,” ungkap Bupati Tamba dalam sambutannya.
Selain di Kecamatan Jembrana, sebelumnya juga telah dilaksanakan kegiatan serupa di tiga kecamatan lainnya yakni kecamatan Melaya, Negara dan Mendoyo.
Ia pun menambahkan, pelaksanaan Ngaben Kolektif dan Metatah Masal merupakan wujud bhakti umat kepada Guru Swadiyaya (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dan Guru Rupaka (orang tua).
“Dalam upacara ngaben ini, keluarga agar menyucikan pikiran memohon agar yang diupacarai (Sang Pitara) dapat menyatu dengan Brahman,” imbuhnya.
Selain itu, Bupati asal desa Kaliakah ini menyampaikan pelaksanaan Ngaben Kolektif dan Metatah Masal ini juga merupakan wujud pelaksanaan salahsatu visi kabupaten Jembrana yaitu Atma Kerthi.
“Semoga pengabenan kolektif dan metatah masal yang dilaksanakan ini, dapat berjalan dengan baik,” ucap Bupati Tamba menutup sambutannya.
Sementara itu, ketua Majelis Alit Kecamatan Jembrana yang juga sekaligus ketua panitia ngaben kolektif, Nyoman Suara menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Pemkab Jembrana sehingga masyarakat dapat melaksanakan ngaben dan metatah secara gratis.
Ia juga mengatakan peserta berasal dari beberapa desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Jembrana. “Peserta pitra yadnya terdiri dari  nyekah sebanyak 69 sawe dan ngelungah sebanyak 37 sawe. Sedangkan untuk yang ikut metatah sebanyak 8 orang,” pungkasnya. (Humas Pemkab Jembrana)
Editor : Sutiawan
Baca Juga :
Wayan Koster Nilai Perda RPIP Bentuk Keseriusan Pemerintah Wujudkan Penyelenggaraan Perindustrian