Jembrana (Metrobali.com)-

 Hujan lebat yang menguyur Jembrana, sejak pukul 14.00 hingga pukul 17.00 wita ,Kamis (18/10) sore mengakibatkan banjir bandang di sejumlah sungai yang ada di Jembrana. Seperti yang terjadi di sunggai Yeh Embang-Jembrana, menjelang petang, banjir bandang menghanyutkan satu alat berat yakni Bego yang digunakan pekerja untuk proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir muara di Tukad Yehembang, Mendoyo.
Dewa Putu Dana salah seorang warga yang juga sebagai penjaga (Waker) ketika dikonfirmasi di lokasi mengatakan, saat itu dia masih bekerja dan hujan yang masih turun deras. Namun ketika dia ingin naikkan alat berat tersebut ke daratan lantaran selang solar mesin tersebut mengalami kebocoran, sehingga pihaknya tidak bisa mengamankan alat berat tersebut dan air yang tiba-tiba besar datang dan menyeret alat berat tersebut sejauh 5 meter hingga posisi alat berat tersebut dalam keadaan posisi miring.
Selain itu bencana alam tanah longsor juga terjadi masih di wilayah di Banjar Bumbungan,Yehembang. Perbekel Yehembang. Salah seorang warga Ketut Wadia ketika dikonfirmasi secara terpisah Kamis (8/10) malam mengatakan peristiwa longsor tersebut mengakibatkan salah satu rumah warga milik Agung Suryadana roboh akibat terkena longsoran tanah.
“Kita masih berusaha berusaha mengatasi tanah longsor tersebut bersama dengan Sat Pol PP yang saat itu masih berada di TKP “jelasnya. Kerugian yang dialami oleh keluarga Agung Suryadana hingga kini masih belum bisa diketahui secara pasti.
Masih terkait bencana alam sungai Biluk Poh,Penyaringan,Mendoyo air juga nampak memenuhi hingga melewati bibir sungai dan sangat besar yang mengakibatkan dua ekor sapi hanyut milik warga di Desa Penyaringan yakni  Gusti Ketut Nik. Dikatakannya kalau kedua sapi miliknya saat itu sedang berada di pinggir sungai dan lantaran datang air besar sapi tersebut hanyut dan ditemukan tak jauh dari lokasi dalam keadaan mati satu.
 Menurut Perbekel Penyaringan, Mendoyo Ketut Winarya ketika dikonfirmasi, membenarkan jika hujan lebat selama satu jam  mengakibatkan air sungai membesar dan  hutan di hulu juga sudah gundul. “Saya belum dapat informasi kalau ada sapi yang hanyut,”jelas Winarya. DEW-MB
Baca Juga :
Anak Usia 11 Tahun, Meninggal Ditimpa Pohon Kapuk