Jembrana (Metrobali.com)

 

– Mutasi 66 pejabat di lingkup Pemkab Jembrana oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba diduga memicu kekecewaan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

Putra mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa ini diduga tidak dilibatkan bahkan diajak urun rembug dalam mutasi tersebut.

Terkait hal ini, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan bahwa dirinya sudah tahu dan bahkan mendengar akan hal tersebut. Namun menurutnya kekecewaan itu justru mengundang tanda tanya. “Kenapa kecewa?. Apa kepentingannya” ujar Bupati Tamba saat dikonfirmasi disela-sela melayat ke rumah duka DS Putra di Kelurahan Banjar Tengah.

Disebutnya mutasi ASN sudah melalui proses sesuai aturan yang berlaku. Dan dalam prosesnya ada Tim Penilai Kinerja (TPK) yang memberikan pertimbangan terkait kinerja ASN.

Dalam mutasi itu ditegaskan Bupati Tamba, bahwa dirinya tidak ada kepentingan apapun. “Kalau ada (kepentingan) justru akan melanggar meritokrasi. Kita kan sudah dapat penganugrahan meritokrasi, siapapun tidak boleh intervensi. Sudah titik, itu saja” tandasnya.

“Dengan sikapnya seperti itu justru menunjukan kesalahannya sendiri” imbuhnya.

Disinggung hubungannya dengan Wabup Ipat, menurutnya biasa-biasa saja. “Saya tidak mau ambil pusing karena sebagai politisi sudah biasa menghadapi kekecewaan seperti itu” ujarnya.

Disinggung apakah dalam perhelatan Pilkada yang akan datang akan berduet dengan Wabup Ipat kembali menurutnya dilihat nanti. “Ya, kita lihat nanti” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
Pentingnya Validasi Informasi, Berkaca Dari Kesalahan Pembacaan Data Okupansi RS