Museum Seni Batuan, Bangkitkan Pelukis Batuan

single-image
Gianyar (Metrobali.com)-
Museum Seni Batuan (MSB)didirikan untuk melestarikan seni yang ada di desa Batuan, baik itu seni lukis maupun seni rupa, hal itu diungkapkan Kepala Musuem Seni Batuan, Dewa Gede Gautama saat ditemui Metrobali.com, Kamis (10/1).
Lebih lanjut dikatakannya, Desa Batuan merupakan gudangnya seni. Batuan dikenal dengan lukisan tradisi gaya Batuan, disamping itu juga dikenal sebagai pusatnya pengrajin  topeng dan barong. “Batuan juga dikenal dengan seni tarinya, terutama tari gambuh,” ujar Gautama.
Untuk melestarikan itulah, akhirnya didirikan Museum Seni Batuan, museum yang khusus melestarikan lukisan tradisi gaya Batuan, topeng dan juga barong yang dihasilkan oleh seniman Batuan. “Ini salah satu bentuk pelestarian dan juga penghargaan kepada seniman-seniman Batuan,” terangnya.
Didirikannya MSB berdampak positif terhadap seniman Batuan, terutama  Lukisan Tradisi Gaya Batuan semakin banyak diminati oleh kolektor lukisan. “Sekarang ini lukisan Batuan banyak diburu kolektor. Setiap ada pameran lukisan Batuan pasti banyak pengunjung dan lukisannya juga banyak yang laku,” ungkapnya. 
Karena itulah, pelukis Batuan semakin bergairah dan bangkit kembali. dulunya banyak pelukis yang sudah tidak melukis lagi, akhirnya kembali melukis karena lukisan Batuan semakin diminati. “Boleh dikatakan Museum Seni Batuan membuat pelukis Batuan bangkit kembali,” akunya.
Dewa Gautama juga memberikan kesempatan kepada semua kalangan yang ingin pameran di museum yang terletak di Jalan Prebangsa, Gang Sunaren 9, Banjar Gede Batuan, Sukawati. “Khusus untuk penyelenggaraan pameran, kita terbuka dan siapa saja boleh memanfaatkan museum ini,” jelasnya.
Sedangkan menurut Pendiri MSB, Dewa Gede Sahadewa, dirinya mendirikan museum sebagai wujud kepedulian akan pelestarian seni yang dihasilkan masyarakat Batuan. “Sebagai pencinta seni yang peduli terhadap pelestarian seni dan budaya, saya terketuk untuk membuat museum yang khusus menampung karya seni yang dihasilakan masyarakat Batuan,” ujar Sahadewa.
Pihaknya sudah memiliki koleksi 400 lukisan tradisi gaya Batuan karya seniman senior desa Batuan. Karya seniman tersebut antara lain  Almarhum I Wayan Taweng, Almarhum Ida Bagus Dupem, I Ketut Sadia, I Wayan Bendi dan pelukis ternama lainnya. “Semua lukisan itu saya beli dengan harga yang melebihi dari harga biasanya. Ini salah satu betuk penghargaan saya terhadap karya seni,” tegasnya seraya mengatakan dirinya juga mengoleksi lukisan tradisi gaya Batuan dari seluruh generasi. 
Disamping itu, nantinya pada museum yang diresmikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada 12 Juni 2012 lalu, juga akan memajang topeng, wayang wong dan barong karya seniman Batuan. “Kita sedang membangun tempat untuk memajang topeng, wayang wong dan Barong, mudah-mudahan lagi 3 bulan sudah jadi,” terangnya. 
Dewa Sahadewa yang dikenal sebagai tokoh yang sangat peduli dengan pelestarian seni dan budaya juga berencana membuatkan film dokumenter tentang pelukis-pelukis batuan. “Saya berencana memfilemkan pelukis batuan, semoga dalam waktu dekat ini rencana itu bisa terealisasi,” ujarnya. ADI-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Peringati Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional Ke XXI  : BLH Bali Lakukan Penghijuan di Desa Taro

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd