Mr. X Ternyata Warga Tegal Badeng Barat
Jembrana, (Metrobali.com)
Identitas Mr. X, mayat ditemukan mengapung di perairan Selat Bali, Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, akhirnya diketahui.
Mr. X berjenis kelamin laki-laki itu adalah I Komang Soma Merta alias Mang Amo (37), warga Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Saat ditemukan, wajah nelayan (korban) dalam kondisi rusak. Namun demikian pihak keluarga, baik istri maupun kakak kandung korban sangat meyakini bahwa mayat tersebut adalah Mang Amo.
Keyakinan istri dan kakak korban bukan tanpa sebab. Selain postur tubuh, terdapat gelang Tridatu di lengan tangan kanan korban. Gelang Tridatu itu dipasang oleh istrinya seminggu sebelum kejadian. Tanda lainnya adalah dua buah gelang karet di lengan tangan kiri dan dari celana dalam yang dikenakan korban saat ditemukan.
Korban ditemukan mengapung di perairan Selat Bali, Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 07.00 oleh salah seorang nelayan Gilimanuk. Setelah dievakuasi oleh tim gabungan melibatkan Polairud Polres Jembrana dan Basarnas Jembrana, mayat kemudian dibawa ke RSU Negara.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Sabtu (5/4)2025) mengatakan bahwa dari beberapa tanda yang ada di tubuh korban, istri korban I Ketut Sumardiasih meyakini bahwa mayat yang sebelumnya Mr. X ini adalah suaminya yang bernama I Komang Soma Merta alias Mang Amo.
“Setelah berkas administrasi selesai, tadi dari pihak keluarga sudah membawa jenasah korban ke rumah duka,” ujar Kapolres.
Tim Inafis Polres Jembrana dan dokter dari RSU Negara tidak bisa melakukan pengambilan sidik jari mengingat kedua jari korban sudah hancur atau rusak.
Sementara itu, kakak korban, Made Wisana (40) mengatakan bahwa dirinya meyakini jenasah itu adalah adiknya dari beberapa tanda yang masih melekat pada tubuh korban, selain postur tubuh.
“Melihat bodynya, saya sangat yakin itu adik saya. Saya tahu betul body adik saya, juga dari gelang yang dipakai,” ujar Wisana ditemui di RSU Negara, Sabtu (5/4/2025).
Disebutnya hasil melaut dari korban (adiknya) berupa ikan seberat 10 kilogram masih tersimpan rapi sampai sekarang. Rencananya ikan hasil tangkapan itu akan digunakan untuk Banten Soda adiknya.
Menurutnya, adiknya (korban) meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Anak pertama korban duduk di bangku SMP kelas 1 sedangkan adiknya kelas 1 SD. “Untuk upacara pengabenan masih kami rembugkan dengan keluarga lainnya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, korban tenggelam di Pantai Muara Perancak pada Sabtu (22/3/2025) siang. Saat itu korban bersama teman-temannya dalam perjalanan pulang setelah memancing di Perairan Perancak.
Ketika masuk Pantai Muara sekitar pukul 12.00 mendadak katir sampan fiber sebelah kiri lepas. Melihat itu, korban kemudian mengambil tali dan langsung turun ke laut dengan maksud mengikat katir yang lepas. Naas, saat korban mengikat katir, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan menghantam sampan sehingga korban terhempas. Melihat kejadian itu, teman korban hendak menolong namun terhalang gelombang tinggi. (Komang Tole)