Badung, (Metrobali.com)

 

PT Mega Akses Persada (FiberStar) sebagai penyedia layanan infrastruktur berbasis serat optik dengan skala nasional dan Huawei sebagai penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai solusi teknologi – teknologi terbaru dari Huawei yang akan menunjang infrastruktur jaringan FiberStar. Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Bapak Sugiharto Darmakusuma selaku President Director PT Mega Akses Persada (FiberStar) bersama dengan James Zeng selaku CEO Huawei Enterprise berlangsung dengan lancar pada pukul 10.00 – 15.30 WITA di Hotel Mulia Bali. Setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), FiberStar dan Huawei juga melakukan penutupan acara Technofeast (Technology, Fiber, Eat and Social Time) di Hotel Mulia Bali sebagai roadshow yang ke 7 dimana sebelumnya telah berlangsung dengan sukses roadshow di 6 kota besar seperti Jakarta, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Medan.

“Penutupan acara Technofeast berlangsung di Bali sebagai lokasi yang istimewa karena Bali telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berkontribusi terhadap industri – industri yang sangat baik. Tentunya pertumbuhan industri IT di Bali sangat luar biasa. Selain itu pesan untuk Huawei, Kami merasa bangga telah menjadi mitra kerja Huawei. Semoga untuk kedepannya kita bisa menjadi mitra kerja yang tangguh dalam berjuang untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar Sugiharto Darmakusuma selaku President Director PT Mega Akses Persada.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk mengadakan acara bersama dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan FiberStar. Kami yakin acara hari ini sangat tepat bagi kita untuk menjalin hubungan baik dengan para industri. Kami berharap Bapak Ibu tamu undangan datang ke acara ini atas rasa tertarik dan pulang dengan perasaan gembira akan seluruh rangkaian acara hari ini,” ujar James Zeng selaku CEO Huawei Enterprise

Pada acara Technofeast di Bali rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FiberStar dengan Huawei, sambutan dari FiberStar & Huawei, pemaparan mengenai profil FiberStar, pemaparan mengenai produk FiberStar, pemaparan mengenai network FiberStar, seminar teknologi yang dibawakan oleh Paulus Bambang, pemaparan mengenai profil Huawei, pemaparan mengenai teknologi – teknologi terbaru dari Huawei dan sesi tanya jawab. Selain itu pada saat awal pembukaan acara diiringi dengan tarian tradisonal Bali (Tari jagat Raya) serta di pertengahan acara juga terdapat pertunjukan hiburan tarian tradisional bali yaitu Baris Panca Dewata, Kecak Perkusi dan Tarian Barong. Hal ini bertujuan untuk memberikan hiburan khas Bali sekaligus untuk melestarikan kebudayaan Bali pada saat penutupan acara Technofeast. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah, sesi Tanya jawab dan pada penghujung acara diadakan pengundian hadiah menarik untuk seluruh tamu undangan serta ditutup dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan antara FiberStar dengan mitra kerjanya Huawei dapat saling meningkatkan hubungan yang baik antar sesama sehingga dapat bersinergi secara optimal. Dengan adanya virus covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini bukanlah menjadi suatu penghalang bagi FiberStar untuk terus berekspansi dalam mengkoneksikan dan mendorong digitalisasi di seluruh Indonesia.

FiberStar didirikan tahun 2014, FiberStar telah berkembang menjadi penyedia layanan infrastruktur nasional berbasis kabel fiber optik dengan konsep Net Neutrality. Dengan 100% fiber optik, jaringan FiberStar dibangun pada arsitektur akses terbuka, yang memungkinkan penyedia layanan telekomunikasi untuk memberikan layanan TRIPLE PLAY. FiberStar telah membuat kemajuan demi pemerataan adopsi ICT di Indonesia sekaligus menciptakan Ketahanan Nasional khususnya dalam bidang Ekonomi Digital di Indonesia. Hingga Oktober 2020, jaringan kabel optik PT Mega Akses Persada (FiberStar) sudah menjangkau 135 kota ataupun kabupaten di Indonesia mulai dari Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. (hd)