Longsor

Singaraja (Metrobali.com)-

Musibah longsor melanda Kabupaten Buleleng, Bali. Di Bumi Panji Sakti itu, sejumlah titik mengalami tanah longsor. Akibat musibah tersebut, empat warga tewas tertimbun material longsor.

Sedikitnya empat desa dilanda tanah longsor. Di antaranya adalah Desa Tajun jalur utama Singaraja-Kintamani, Desa Tamblang, Desa Sekumpul, dan Desa Galungan.

Bahkan longsor menutup sebuah mobil yang sedang melintas. Akibatnya, dua orang penumpangnya yang bernama Putu Wijaya dan Made Sudarsana asal Desa Sangket, Kecamatan Sukasada, tewas di tempat kejadian.

Gede Sukerta, ipar korban mengabarkan, saudaranya itu mulanya hendak pergi ke Ubud, Gianyar. Namun, saat melintas di lokasi, tiba-tiba tanah longsor. “Saat itu memang sedang hujan lebat,” kata Sukerta saat dihubungi melalui saluran telepon, Jumat 24 Januari 2014.

Kini, jasad keduanya telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Buleleng. Sementara petugas gabungan dari Tagana, BPBD, Polres Buleleng, Kodim dan dibantu warga setempat masih mengevakuasi material longsor. Hingga kini, mobil korban belum berhasil dievakuasi lantaran medan yang terjal.

Sementara itu, selain longsor, Kabupaten Buleleng juga diterjang musibah banjir. Banjir menewaskan dua orang warga bernama Kadek ayu padmini asal Desa bebetin dan Made ayu utami dari Desa Lokapaksa. “Ya, ada dua warga tewas tersapu banjir,” ujar Mangku Mawa warga Buleleng. JAK-MB

Baca Juga :
Raja Salman berdukacita atas gempa di Lombok