Foto: Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum., didampingi Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.MA.,meluncurkan Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021, di Aula Sadhu Gocara, Lantai 3 Universitas Dwijendra, Rabu (17/2/2021).

Denpasar (Metrobali.com)

Yayasan Dwijendra bersama Universitas Dwijendra dan Sanggar Seni Maha Gita Dwijendra melaksanakan launching (peluncuran) dan workshop Penulisan Aksara Bali dengan Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021, di Aula Sadhu Gocara, Lantai 3 Universitas Dwijendra, Rabu (17/2/2021).

Launching dan workshop yang digelar secara hybrid (online via Zoom dan offline dengan prokes ketat) ini diikuti para dosen, guru-guru, mahasiswa serta masyarakat umum dengan menghadirkan pembicara pembuat Aplikasi Bali Simbar Dwijendra, Ir. I Made Suatjana.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan nyata Yayasan Dwijendra terhadap program Pemerintah Provinsi Bali yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2021 dan mengajak masyarakat mencintai aksara Bali lewat teknologi,” kata Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum., didampingi Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.MA.,dan Ketua Panitia Ida Ayu Gede Anggereni Puji, S. Ag.

Begini Perjalanan Bali Simbar Dwijendra

Bali Simbar Dwijendra merupakan sebuah program komputer yang dapat mengubah penulisan huruf latin menjadi aksara Bali. Ini merupakan font Aksara Bali untuk komputer yang pertama.

Program Bali Simbar dibuat oleh Ir. Made Suatjana pada tahun 1994. Pada tahun 1999, atas saran-saran para pemakai dan pemerhati program Bali Simbar maka dikeluarkan versi perbaikan dari program Bali Simbar. Versi perbaikan ini dikenal sebagai Bali Simbar-B.

Baca Juga :
Jokowi imbau masyarakat dekat Gunung Agung mengungsi

Program Bali Simbar dibuat dengan aplikasi macro (Visual Basic for Application), yang terdapat pada Microsoft Office dan Corel, sehingga hanya bisa dipakai pada program Microsoft Office dan Corel Draw. Sedangkan Font Bali Simbar didesign dengan Corel Draw 5.0.

Mulai bulan Desember 2008 program Aksara Bali dengan memakai KEYMAN mulai dikerjakan. Pada bulan April 2009 program tersebut akhirnya bisa disebarkan kepada masyarakat dengan bekerja sama dengan Yayasan Dwijendra.

Program tersebut diberi nama Program Bali Simbar Dwijendra. Program Bali Simbar Dwijendra bisa dipakai pada program-program berbasis Windows.

Ternyata program Bali Simbar Dwijendra Tahun 2009 tidak bisa berjalan dengan normal kalau dipakai mengetik pada Micrsoft Office versi 2013 dan MS Office yang lebih baru. Atas masukan para pemakai Bali Simbar Dwijendra 2009, program Bali Simbar 2009 direvisi dan disempurnakan.

Pada tahun 2020, Yayasan Dwijendra lantas meminta agar Bali Simbar Dwijendra Tahun 2009 agar di-update sehingga lahirlah Bali Simbar Dwijendra Tahun 2021 dan launching atau peluncurannya terwujud di awal tahun 2021 ini.

Ada sejumlah peningkatan yang terdapat pada program Bali Simbar Dwijendra 2021. Misalnya pengenalan pasang pageh yang lebih luas; program juga sudah bisa mengenali kata-kata pasang pageh tersebut dalam posisi gantungan, sehingga program Bali Simbar Dwijendra 2021 telah berisi 3926 kata pasang pageh.

Bali Simbar Dwijendra 2021 berisi 3120 kata-kata pasang pageh yang mana daftar kata-kata yang terdapat dalam daftar pasang pageh dikerjakan oleh Drs. I Nyoman Sujana, M.Si. Program Bali Simbar Dwijendra 2021 juga menyertakan program pengetikan Notasi Musik Bali sederhana.

“Saya berterima kasih kepada Yayasan Dwijendra, atas bantuannya versi yang lebih baru yakni Bali Simbar Dwijendra 2021 bisa diserahkan ke masyarakat. Program ini sangat berguna menulis aksara Bali,” ungkap Suatjana.

Baca Juga :
Prof. Sudiana Pimpin IHDN Denpasar, Target IHDN jadi Universitas

Aksara Bali Dikenal Dunia

Dengan adanya launching dan workshop Penulisan Aksara Bali dengan Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021 ini diharapkan pelestarian budaya Bali, khususnya di bidang aksara Bali akan bisa berkembang di kalangan masyarakat, tidak hanya untuk orang Bali saja, tetapi bagi seluruh masyarakat dunia yang ingin belajar aksara Bali.

Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021 diharapkan dapat memberikan pencerahan pengetahuan dan pemahaman atas aksara Bali sekaligus mendukung visi Gubernur Bali Wayan Koster Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Sebagai upaya akselerasi penyebaran aksara Bali baik di Bali dan luar Bali kami secara tulus yadnyakan aksara Bali Simbar Dwijendra 2021, melalui Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali dan pemerintah luar Bali,” ujar Wirawan.

Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.MA.,mengungkapkan launching dan workshop Penulisan Aksara Bali dengan Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021 ini momentumnya tepat dalam peringatan Bulan Bahasa Bali 2021.

“Sebenarnya Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021 ini sudah dipersiapkan sejak lama tapi kami cari momentum baru launching hari ini. Ini akan diyadnyakan kepada pemerintah. Harapannya sederhana, dengan pendekatan menggunakan teknologi agar aksara Bali makin dicintai masyarakat sebagai bagian kebudayaan dan kesusastraan Bali,” terang Rektor Gede Sedana.

Di internal Universitas Dwijendra sendiri Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021 ini terus digaungkan untuk digunakan khususnya di Prodi Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah. “Kami minta seluruh dosen belajar aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021, para guru di unit Yayasan Dwijendra juga diharapkan mampu menguasai aplikasi ini,” pungkas Rektor. (wid)