Menuju Jembrana Normal, Bupati Tamba Ajak Masyarakat Disiplin Prokes dan Vaksin

metrobali
single-image

Keterangan foto: Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (21/7/2021)/MB

Jembrana (Metrobali.com) –

Pemerintah pusat memberlakukan kebijakan PPKM level IV untuk wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan itu berlaku selama lim hari mulai tanggal 21 Juli 2021 hingga 25 Juli 2021 menggantikan kebijakan PPKM Darurat. Khusus untuk wilayah Bali akan diterapkan PPKM level tiga (III). Kebijakan ini diperkuat dengan SE Gubernur Bali nomor 11 tahun 2021.

Dalam level ini sejumlah aktivitas masyarakat bisa diperlonggar namun tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Diantaranya jam operasional warung dan rumah makan diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 Wita dari sebelumnya dibatasi hingga pukul 20.00 Wita

Menanggapi kebijakan dimasa PPKM level III ini, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengajak seluruh masyarakat Jembrana untuk selalu disiplin protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir.

Selain itu sambung Bupati Tamba, yang tidak kalah penting adalah seluruh masyarakat Jembrana yang memenuhi syarat supaya mengikuti program vaksinasi.

“Kalau mau Jembrana kembali normal, ayo vaksin. Cuma itu yang saya minta. Dengan disiplin prokes dan vaksin saya yakinkan masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasa” tandas Bupati Tamba kepada awak media seusai mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (21/7/2021).

Turut serta dalam rapat kordinasi tersebut jajaran Forkopinda Jembrana yakni Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Syarifuddin Haruna dan Kejaksaan Negeri Jembrana Triono Rahyudi serta Pj Sekda Jembrana Made Budiasa, para Asisten Setda Jembrana dan beberapa Kepala Dinas OPD terkait.

Baca Juga :
Sekda Dewa Indra Kerahkan ASN dan Tenaga Kontrak Sukseskan SP 2020

Bupati Tamba mengaku sependapat dengan masukan dan aspirasi warga dimana warga merasa diberatkan dengan kebijakan PPKM Darurat sebelumnya. Namun kebijakan itu bisa tidak diikuti ketika lonjakan kasus covid-19 di Jembrana tidak terjadi.

“Untuk tidak mengikuti PPKM kuncinya ada dua. Ikuti protokol kesehatan (prokes) dan vaksin. Kenapa? Karena dua ini kunci untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Sekarang masyarakat mau apa tidak. Kalau mau ayo disiplin prokes dan vaksin” tegasnya.

Dimasa PPKM level III ini, pihaknya bersama jajaran forkopimda akan menggencarkan sidak vaksinasi sekaligus melakukan vaksin ditempat. Timnya akan menyasar fasilitas umum untuk mengecek dan memastikan langsung apakah masyarakat sudah vaksin apa belum.

“Sidak vaksin akan kami mulai dari Terminal Negara (Pasar Senggol Negara). Setiap warga yang masuk ke terminal akan kami cek surat vaksinnya. Kalau belum, nanti langsung di vaksin di tempat” ujarnya

Dengan penerapan prokes dan vaksinasi Bupati Tamba berharap bisa membantu kinerja tenaga medis. “Kasihan tenaga medisnya. Mereka juga manusia. Mari bantu mereka dengan disiplin prokes dan vaksin” imbuhnya.

Pada penerapan PPKM level III ini, Bupati Tamba berharap agar warga terus meningkatkan disiplin. Karena jika dilanggar dikhawatirkan akan terjadi kembali lonjakan kasus. “Kalau lonjakan kembali terjadi, pandemi Covid-19 tidak akan selesai-selesai. Padahal kita ingin ekonomi segera jalan” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan jumlah masyarakat Jembrana yang sudah divaksinasi dosis 1 (pertama) sebanyak 196.645 atau sekitar 85,64 persen. Sementara yang belum divaksin berjumlah 34.009 orang. RED-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.