Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Mempawah (Metrobali.com)-

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo akan fokus membangun perikanan budidaya di Kabupaten Mempawah sebagai salah satu prioritas dalam lima tahun kedepan. Hal tersebut disampaikan Edhy saat berdialog dengan ratusan stakeholders di Kabupaten Mempawah – Kalimantan Barat Kamis (9/1).

Edhy menilai Kabupaten Mempawah punya potensi perikanan budidaya yang bisa dioptimalkan bagi kepentingan ekonomi nasional dan daerah, terutama bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Namun demikian menurut Edhy, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sesegera mungkin, utamanya masalah logistik benih, ketersediaan pakan murah dan infrastruktur yang kurang memadai. Tiga hal tersebut menurutnya akan jadi fokus KKP ke depan.

“Masalah benih, pakan, infrastruktur, pembiayaan dan pasar adalah hal mendasar yang harus segera kita selesaikan. Saya targetkan masalah ini bisa clear dalam lima tahun kedepan. Bayangkan kita punya potensi budidaya yang cukup besar dan termanfaatkan baru 10% saja. Oleh karenanya, saat ini saya datang ke Mempawah untuk melihat dan berdialog langsung dengan para pelaku. Saya ingin mendapat gambaran konkret terkait permasalahan yang dihadapi para stakeholders. Tim kami akan data dan kaji, sehingga ada fokus penyelesaian yang jelas dan terukur,” tegas Edhy

Menteri Edhy menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, KKP akan fokus pada empat hal utama dalam pengembangan perikanan budidaya.

Pertama, menjamin kualitas induk dan benih termasuk memperbaiki tata kelola sistem logistiknya.

“Saya mendengar bahwa ternyata para pembudidaya mendatangkan benih dari luar Pulau Kalimantan. Saya rasa ini mestinya tidak terjadi, kenapa kita tidak membangun hatchery yang mendekat ke sentral sentral produksi. Ini saya kira akan kita fokuskan bagaimana logistik ini bisa efisien. Salah satunya dengan merevitalisasi Balai Benih Ikan, sehingga fungsinya dapat lebih produktif lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :
Enam narapidana kabur dari Lapas Pariaman

Kedua, terkait masalah pakan. Menurutnya program Gerpari akan terus kita genjot dan perbesar sehingga dapat menjangkau sentral sentral produksi.

“Baru-baru ini saya mengunjungi pembuat pakan mandiri di Garut, Saya sangat mengapresiasi inovasi masyarakat yang telah berhasil memanfaatkan limbah atau sampah organik sayuran menjadi produk pakan yakni maggot dengan FCR 0,8. Gambarannya dari sampah organik 7 ton dapat menghasilkan maggot 3,5 ton. Saya rasa ini luar biasa. Dan patut dijadikan model untuk daerah lain,” imbuhnya.

Hal lain, Edhy menambahkan bahwa terkait pasar, KKP akan memfasilitasi pembangunan coldstorage untuk menampung hasil produksi terutama saat harga pasar jatuh. Ini juga bisa mempermudah agar produk bisa langsung ekspor.

“Jadi saya minta nanti didata berapa jumlah pengolah dan kapasitasnya untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarananya,” kata Edhy.

Sedangkan terkait pembiayaan, Edhy menegaskan bahwa saat ini pembiayaan dengan kredit lunak seperti KUR dapat dengan mudah diakses. Menurutnya saat ini bunga KUR sudah turun menjadi 6%, bahkan untuk pinjaman maksimal 50 juta sudah tidak lagi dikenakan persyaratan agunan.

“Jadi intinya masalah yang ada optimistis segera dapat diselesaikan. Saya akan terus bersinergi dan membuka diri untuk berkomunikasi dengan para Kepala Dinas terkait. Jadi dalam hal pengembangan perikanan budidaya tidak perlu mengandalkan APBN sepenuhnya. APBN itu porsinya hanya 15%, hanya sebatas stimulan. Selebihnya kita semua harus bekerjasama mulai dari Pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan asosiasi/komunitas,” pungkas Edhy.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto yang turut mendampingi Menteri Edhy, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Mempawah khususnya. Dia mengaku tengah menyusun strategi lima tahun ke depan untuk mengakselerasi pembangunan perikanan di berbagai daerah.

Baca Juga :
Ingatkan Batas Akhir Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa, Rakyat Bali Serentak Dirikan Baliho BTR

“Sebagaimana yang disampaikan pak Menteri perihal tantangan yang ada, kami saat ini tengah memetakan dan menyusun roadmap sekaligus action plan nya. Yang jelas intinya kita fokus pada permasalahan mendasar dulu, khususnya yang berkaitan dengan benih dan pakan,” ungkap Slamet

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta KKP untuk memprioritaskan pembangunan perikanan di Kalimantan Barat. Menurutnya, dukungan Pemerintah Pusat sangat penting untuk menumbuhkembangkan sektor ini bagi perekonomian masyarakat.

“Kami atas nama masyatakat memohon dukungan dari KKP terutama dalam hal tranafer teknologi, pakan, sarana dan prasarana, benih dan yang penting lagi bagaimana memfasilitasi agar akses pasar bisa terjamin,” jelas Wagub.

Genjot Produksi Udang

Disela sela kunjungannya di Mempawah, Menteri Edhy didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Barat dan Dirjen Perikanan Budidaya melakukan panen parsial udang vaname di tambak milik PT. Enviro Aquafarm Sukses.

Tambak dengan teknologi intensif ini mampu menghasilkan produktivitas rata-rata mencapai 25 ton per hektar dengan padat tebar hingga 150 ekor/m2.

Drajat, teknisi PT Enviro Aquafarm Sukses menyampaikan bahwa panen parsial bisa meningkatkan volume produksi yang dihasilkan hingga 2 kali lipat dibandingkan panen secara langsung.

Dalam keterangannya Menteri Edhy mengapresiasi capaian hasil panen dengan produktivitas tinggi. Ia juga menegaskan komoditas udang masih menjadi prioritas sebagai komoditas andalan ekspor.

“Saya kira panen kali ini membuktikan bahwa melalui sentuhan teknologi produktvitas bisa digenjot dan terukur. Ini saya rasa akan mulai kita reflikasi di daerah lain melalui pendekatan berbasis klaster dengan pengelolaan yang lebih integratif dan ramah lingkungan. Kita targetkan dalam lima tahun ini nilai ekspor udang bisa naik 250%, saya yakin kita bisa. PR nya bagaimana kita mampu merebut market share ekspor yang ada”, tegas Edhy.

Baca Juga :
Sikapi Pencurian Sesajen Penjor, PHDI Pinta Masyarakat Hati-hati

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo saat dimintai keterangannya mengatakan saat ini pihaknya siap untuk melakukan transfer teknologi kepada para pembudidaya udang yang ada. Menurutnya sebagai UPT yang ditunjuk untuk melakukan perekayasaan di bidang perudangan, pihaknya akan berperan aktif dalam memfasilitasi inovasi teknologi maupun kebutuhan benur melalui broodstock center yang ada.

Sumber : HUMAS DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA