Mentan: SIWAB targetkan swasembada daging lima tahun

single-image

Menteri Pertanian Amran Sulaiman diperkenalkan saat pengumuman Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10). Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terdiri dari 34 menteri. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Jakarta (Metrobali.com) –  Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan program pembibitan sapi berjuluk Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) ditargetkan dapat mencapai swasembada daging sapi dalam kurun waktu lima tahun mulai 2016. “Program baru SIWAB ini ternyata membuahkan hasil pada kelahiran sapi tahun 2016 sebanyak 1,4 juta ekor,” ujar Amran dalam konferensi pers Dua Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta, Jumat (21/10). Menurut Amran, pertumbuhan tersebut dilakukan menggunakan sistem inseminasi buatan yang diberikan secara gratis kepada para peternak di beberapa daerah di Indonesia. Terdapat sebanyak empat juta ekor sapi dari inseminasi buatan yang dibagikan kepada peternak. “Kalau diprogramkan Insya Allah target tiga juta. Kalau ini kita lakukan tiga tahun, maka target Bapak Presiden sembilan tahun mungkin empat tahun, lima tahun sudah selesai bisa swasembada,” demikian Amran. Kendati demikian, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Kementerian Pertanian masih mengimpor sapi dari luar negeri yang diisolasi di wilayah Jabodetabek. “Untuk menjaga peternak kita, kita mengisolasi hanya masuk di Jabodetabek karena Jabodetabek sapi impor masuk 95 persen,” tambah Amran. Kebijakan Kementerian juga melarang sapi impor masuk ke daerah-daerah lumbung ternak seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, kesepakatan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menghasilkan aturan bahwa impor sapi untuk importir swasta serta koperasi diutamakan terkait sapi indukan dan bakalan. Aturan tersebut yaitu setiap impor lima ekor sapi bakalan, maka satu ekor sapi harus berupa indukan yang berguna untuk menambah jumlah sapi indukan di dalam negeri. Sumber : Antara

Bagikan :
Baca Juga :
Ikut Ngrastitiang Karya Atma Wedana, Br. Tengah, Sibangkaja, Wabup.  Suiasa Serahkan Dana Aci 50 Juta

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd