Diberitakan, politisi senior anggota Dewan Kehormatan Partai Gerindra meninggal dunia pagi ini, Rabu, 12 Juni 2024 di rumahnya di Jakarta Selatan. Di masa awal reformasi pada dasa warsa tahun 1990″an dikenal sebagai paranormal cum pejuang reformasi, menyebut diri penyambung lidah Bung Karno. Kerangka pikir perjuangan, basis argumentasi dalam memperjuangkan ide-idenya, menggunakan rujukan pemikiran Soekarno, yang amat sangat fasih dilakukannya. Kecintaannya pada Bung Karno at all cost, umumnya putra-putri Soekarno sangat mengetahuinya. Permadi SH, pasca reformasi, dalam Pemilu 1999, terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, melalui sebuah daerah pemilihan di Jawa Timur. Ditunjuk sebagai anggota PAH Dua (Panitia Adhok Dua) MPR RI dari fraksi PDI Perjuangan 1999 – 2004.

Sebagai seorang nasionalis dan menyebut diri penyambung lidah Bung Karno, kiprahnya dalam sidang-sidang PAH Dua MPR RI cukup menonjol, menyebut beberapa: pertama, begitu gigih mengusulkan pencabutan Tap MPRS No.XXXIII/1967, yang memuat pencabutan kekuasaanPresiden Soekarno oleh MPRS , dengan argumentasi berani, cerdas dan tajam. Tetapi Perjuangan politisi nasionalis ini gagal, Tap MPRS tsb.tidak dilakukan pencabutan. Kedua, sebagai politisi yang pernah masuk penjara di era Orde Baru, sangat aktif dengan argumentasi pemikiran demokrasi yang lugas, dalam pembahasan Tap MPR melakukan pemisahan TNI dan Polri, sebagai embrio awal dalam penghapusan Dwi Fungsi ABRI.
Selamat jalan Mas, kecintaan “sampean” terhadap negeri ini, selalu berada di garda terdepan kalau menyangkut nation state Indonesia, pemikiran “sampean” yang membatin terhadap ajaran Soekarno, akan selalu dikenang oleh anak-anak bangsa yang mencintai negeri ini.

I Gde Sudibya, anggota PAH II MPR RI 1999 – 2004.