truk barang

Jembrana (Metrobali.com)-

  Memasuki Tahun Baru, mulai 30 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016 kendaraan barang dilarang beroprasi dan melintas di jalur utama Jawa-Bali.

Hal tersebut guna memperlancar arus lalu lintas pasca liburan Natal dan dalam merayakan Tahun Baru. Juga untuk mengurai kemacetan yang diprediksi bakal terjadi terutama di Pelabuhan.

Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Gede Sumadra Kerthiawan, Minggu (27/12) mengatakan kebijakan itu dilakukan merunut Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan nomor 48 tahun 2015 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pelarangan Pengoperasian Kendaraan Barang saat masa AngkutanTahun Baru.

Kendaraan barang yang dimaksud meliputi, truk hinga kontainer. Namun tidak berlaku untuk kendaraan barang pengangkut sembako, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).

“Dalam SE itu menyebutkan bahwa kendaraan barang dilarang beroperasi berlaku selama tiga hari sejak Rabu (30/12) hingga Minggu (3/1) mendatang” terangnya.

Menurutnya, kebijakan kendaraan barang tidak boleh melintas bukan saja diberlakukan saat ini, namun juga diberlakukan saat arus Mudik dan Balik Lebaran pun diberlakukan.

“Intinya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, karena akan banyak kendaraan pribadi yang akan melintas” terangnya.

Pada liburan akhir tahun diprediksi kendaraan pribadi yang masuk ke Bali akan meningkat. Karena akan banyak wisatawan lokal yang hendak merayakan momen Tahun Baru di Bali.

Kerthiawan menambahkan pada Operasi Lilin Agung ini, pihaknya menetapkan dua titik rawan lakalantas di jalur Denpasar-Gilimanuk, yakni di Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo dan Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

“Di dua titik rawan itu kami tempatkan Pos Pengamanan dengan dijaga sejumlah personil lantas” imbuh Sumadra Kerthiawan seizin Kapolres Jembrana.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Ketut Sukarta seizin Kapolres Jembrana mengatakan mengantisipasi munculnya gangguan di Pelabuhan Gilimanuk Polres Jembrana melakukan penebalan penjagaan di Pelabuhan Gilimanuk dengan menerjunkan 275 personel tambahan dari Polres Jembrana, termasuk melibatkan pecalang.

Baca Juga :
Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Pegadaian Gelontorkan Rp.1,5 Triliun Dana PIP untuk Pelaku Usaha Ultra Mikro

“Penebalan personil sudah dilakukan sejak Kamis (24/12) lalu. Di Gilimanuk sendiri terdapat enam pos pengamanan, termasuk diantaranya Pos I, Pos II dan Pos III atau pintu masuk Bali” terangnya.

Menurutnya, anggota yang ditempatkan di Pelabuhan Gilimanuk nantinya juga akan diperbantukan untuk mengatur lalu lintas. MT-MB