Masyarakat Pesisir Serangan Gembira Pengaspalan Jalan Wisata

single-image

jalan serangan

Denpasar (Metrobali.com)-

Masyarakat pesisir Desa Serangan, Denpasar, Bali menyambut gembira kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang akan melakukan pengaspalan infrastruktur jalan wisata sepanjang lima kilometer di kawasan tersebut.

“Pengaspalan jalan sangat penting untuk memudahkan mobilisasi wisatawan asing dan domestik yang makin ramai mengunjungi objek wisata bahari di perairan pantai Melasti, Desa Serangan,” ujar Wayan darna, pelaku pariwisata setempat di Denpasar, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, saat ini kondisi jalan mulai dari Pura Sakenan yang menjadi pintu gerbang masuk menuju obyek wisata Pantai Melasti, Serangan sangat memprihatinkan, namun Wako Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra akan segera mengaspal menysul ditetapkannya Pulau serangan sebagai percontohan Desa Wisata dan daerah konservasi alam kelautan.

Kondisi jalan wisata di desa wisata yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Denpasar itu sudah banyak yang berlubang dan tergenang air saat musim penghujan tiba, sehingga dikhawatirkan membuat para wisatawan tidak nyaman keluar masuk objek wisata..

Menurut dia, pihak Pemerintah Kota Denpasar sudah melakukan pengukuran panjang dan lebar jalan, tinggal lagi tindak lanjut berikutnya melakukan pengaspalan yang dijadwalkan Maret 2015 ini.

Pihaknya mengharapkan dengan segera adanya bantuan perbaikan akses jalan di Desa Serangan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir sehingga program pemerintah dalam menciptakan Desa Wisata dapat berjalan bersamaan.

Apabila infrastruktuktur jalan tersebut sudah dibenahi, maka wisatawan akan semakin ramai berdatangan ke Desa Serangan dan menambah pendapatan masyarakat setempat dalam mengembangkan wisata olahraga air yang saat ini menagalami perkembangan begitu pesat.

“Oleh sebab itu, kami masih tetap menunggu mudah-mudahan perbaikan infrastruktur jalan memang bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :
Diguncang Gempa 3,5 SR, Gunung Agung Dapat Suplai Magma Baru

Untuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar dan Kementerian Kelautan terhadap masyarakat di Desa Serangan sangat baik yang menujuk menjadi percontohan Desa Wisata dan banyak program penghijauan yang diarahkan ke desa wisata ini yang dilakukan pada saat HUT Korem dan HUT Kota Denpasar, mendapat bantuan penanaman pohon bintaro hingga 800 batang.

“Untuk penanaman 800 batang pohon bintaro itu dilakukan di seluruh kawasan Desa Serangan,” ujarnya.

Tujuan penanaman pohon bintaro tersebut, lanjut dia, untuk mencegah hewan liar seperti sapi dan kambing yang ada di wilayah tersebut memakan tumbuhan yang ada di kawasan itu yang menjadi program penghijaun desa setempat.

“Hewan yang diliarkan di kawasan Desa Serangan ini sangat banyak hingga mencapai ratusan yang sengaja dilepas begitu saja oleh pemiliknya,” ujarnya.

Ia mengatakan Kepala Adat Desa Serangan sudah mengimbau masyarakat setempat agar tidak meliarkan hewan ternaknya. Namun, belum juga berjalan optimal.

Oleh karena itu, ia menuturkan sudah sering mengumpulkan masyarakat setempat untuk ikut mencarikan solusi untuk melakukan penghijauan di daerah tersebut.

“Permasalahan yang saat ini dialami masyarakat Serangan yaitu infrastruktur jalan dan upaya penghijauan agar dapat mendatangkan wisatawan ke daerah tersebut,” demikian Wayan Darna. AN-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.