Klungkung ( Metrobali.com )-
Klungkung yang terkenal dengan kota Serombotannya, dalam seminggu terakhir telah terjadi 3 ( tiga ) kali pencurian. Kontan saja warga Klungkung resah terhadap maling-maling yang telah beraksi di tiga tempat.

Pelaku bukan saja menyasar rumah kosong yang ditinggal pergi namun ada penghuninyapun mereka berani melakukan aksinya. Dari dua kejadian diantaranya di jalan Matahari V Blok I/1 Klungkung dimana Korbannya bernama  I Wayan Mertawan 43. Dari pengakuan korban pada 11/10 sekira pukul 18.30 wita mendapatkan isi rumah acak -acakan dan setelah dicek korban kehilangan gelang seberat 10 gram, sepasang subeng dengan berat 5 gram dan cincin 3 gram. Selain itu Celengan plastic milik anaknya juga raib.

Dua hari kemudian Jumat ( 12/10 ) sekira pukul 08.30 wita bertempat di jalan Gunung Rinjani 11 A Klungkung maling yang berjumlah 4 orang tersebut berpura – pura bertamu di rumah milik Maria 59 yang juga sebagai pedagang bubur ayam.

Di rumah korban pelaku yang masuk 3 orang dengan mudah memperdaya korban hingga berhasil membawa kabur perhiasan emas yaitu 5 buah cincin dengan total 40 gram. Tidak itu saja uang sebanyak Rp 300 ribu dan jam tangan milik korban sudah tidak ada ditempat. Pihak polisipun belum bisa mengungkap kasus di atas, karena dua kejadian tersebut masih dilakukan lidik.

Selanjutnya, Sabtu 13/10 kembali terjadi pencurian di sebuah warung di Banjar Peken, desa Tangkas Klungkung. Warung milik Nengah Tayeg 64 sebenarnya sudah 4 kali kemasukan maling. Dilaporkannya kejadian tersebut karena saksi Ni Wayan Sudani 32 alamat Banjar Tusan, desa Tangkas, saat membuka ruangan klas di mana saksi adalah Guru PAUD Dewa Kumara menemukan meja guru berpindah yang diletakan percis dibawah lobang plapon.

Baca Juga :
KPK: Sudikerta Cawagub Terkaya di Indonesia

Bukan itu saja saksi juga menemukan pisau stanlis yang diletakan dimeja sebelah selatan dan dilantai ditemukan juga ada paku.  Menurut Sudani sekira pukul 07.15 wita datang seperti biasa untuk membuka ruang kelas  PAUD. “Saya yang pertama kali mengetahui meja guru berpindah ke tengah percis dibawah plapon yang ada lobang ” ujar Sudani.

Mungkin pelaku masuk lewat warung yang ada sebelah barat pinggir jalan, karena saya menemukan pisau stenlis diatas meja ternyata milik warung. Di ruang kelas  barang masih utuh tidak berubah posisinya. Ya karena di ruang kelas memang tidak ada barang berharga hanya ada buku buku, papar Sudani.

Sementara pemilik warung Nengah Tayeg 64 yang didampingi sang istri Nyoman Rustini 40 mengaku warung miliknya sudah 4 kali dimasuki maling. ” Ini yang ke 4 kali dimasuki maling dan sudah dilaporkan ke Polsek Kota ” ujar Tayeg. Memang sih barang yang hilang tidak seberapa harganya jika ditotal semuanya berjumlah kurang lebih Rp 2 juta, imbuhnya.

Sementara anggota Polsek melakukan olah TKP, mencari barang bukti hingga naik ke atas plapon yang mana tembus ke ruang kelas PAUD. Petugas menemukan 1 kaleng bertuliskan larutan cap kaki tiga yang sudah kosong. Tampak bekas kaki pelaku di tembok di mana petugas naik ke plapon. Ditemukannya kaleng minuman tersebut, korbanpun mengecek isi kulkas, ternyata minuman yang dimaksud memang hilang satu dari tiga minuman yang ada.

Sementara Kapolres Klungkung Dra Ni Wayan S.W, Sik saat dikonfirmasi terkait 3 kejadian kasus pencurian dalam seminggu mengatakan pihaknya akan meningkatkan patroli dan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat. Dianjurkan agar masyarakat lebih  waspada lagi terhadap pendatang yang belum kita kenal dan jangan mudah percaya, ujar Sri. Terhadap kasus pencurian ini masih dilakukan lidik, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap, imbuhnya. SUS-MB

Baca Juga :
Kader Hanura Doni Riana Siap maju Wabup Buleleng