Jembrana (Metrobali.com)-
Warga Dusun Bunut Bolong, Desa Manggis Sari Kecamatan Pekutatan-Jembrana, Rabu (21/11) siang geger. Pasalnya sebuah Pura Pujangga Sakti yang ada diwilayah itu dibobol maling. Akibatnya gedong simpen yang berisi pretima dan benda-benda berharga raib dibawa maling.
Gusti Ketut Ada ( 56) warga yang pertama kali mengetahui Pura tersebut dibobol maling mengatakan kalau dirinya sekitar pukul 11.00 siang datang kepuran ketika ingin memperbaiki saluran air yang berada di barat pura, namun apa yang terjadi dirinya kaget melihat busana pura yang awalnya berada di dalam gedong tergeletak di tanah dan berantakan.

Merasa Pura tersebut dibobol maling dirinya langsung mengecek ke dalam Pura yang ternyata pintu gedong sudah rusak dan benda-benda berharga hilang.  Ketut Ada yang panik langsung memanggil salah seorang warga yakni Wayan Sukarma (45) yang tidak jauh dari lokasi dan mengecek ke Pura Dalem Desa Manggis Sari, dan Subak Gunung Sekar yang ternyata sempat diobok-obok namun tidak ada barang yang hilang lantaran pengamanan cukup baik. Mengetahui hal tersebut Ketut Ada dan Wayan Sukarma langsung melaporkan ke Polsek Pekutatan. ” Wastra (busana pura) sudah berserakan, dan pintu gedong rusak, jendela belakng juga rusak, setelah saya cek banyak benda hilang,”tutur Sukarma.

Tak lama kemudian pihak kepolsian dari Polsek Pekutatan langsung ke lokasi dan melakukan penyelidikan bersama denga tim lidik Polres Jembrana. Dari hasil penyelidikan pelaku diduga melakukan aksinya pada malam hari dan beberapa benda berharga seperti satu buah dulang,dua buah caratan ,dua buah canting ,slaka, empat buah bokoran ukuran sedang, satu buah bokoran ukuran kecil, satu  buah saab , satu  buah lancang semua berbahan perak, .beberapa perhiasan pretima yakni dua sekar mas bentuk sandat dan 3 buah sekar mas bentuk cepaka dan satu batu permata mirah muda, satu batu permata mirah cepaka, dan satu batu  intan kecil berhasil dibawa kabur maling.

Baca Juga :
Kembang Hartawan Resmikan TK dan Perpustakaan Hindu

Terlait kejadian itu Wayan Sukarma berencana menggelar upacara pecaruan yang nantinya menunggu hasil rapat pada hari itu juga. ”  Upacara akan segera dilaksanakan sebelum tujuh hari. Termasuk ke orang pintas (Balian) juga akan dilakukan mengingat adalah warga hindu yang erat hubungannya dengan Niskala.

Menurut Kapolsek Pekutatan Kompol I Komang Kardika ketika dikonfirmasi sore  membenarkan adanya pencurian di Pura Pujangga Sakti dan kejadian tersebut mengakibatkan  kerugian hingga  Rp.13 juta lebih. DEW-MB