Mangupura (Metrobali.com) –

 

Yaari Rom, Sang pelukis dunia asal Amerika yang memiliki keresahan terhadap kerusakan lingkungan deforestasi hutan akibat ego cukong pemilik modal dan berkurangnya habitat mamalia lumba-lumba bahkan terjadinya penurunan permukaan tanah tiap tahunnya akibat penggunaan air tanah yang dilakukan secara terus menerus. Kesemuanya terpotret jelas dalam karya lukisannya.

Melihat hasil karya-karya masterpiece-nya serta tingkat kesulitan yang terpatri dari goresan kuasnya, orang mungkin beranggapan Yaari pasti mengalami ‘trance’ pada titik kulminasi proses melukisnya namun ternyata Yaari membantahnya. Dia justru menyelesaikan ratusan karyanya selama ini dengan biasa-biasa saja.

Yaari Rom hanya tertarik lukisan, alam dan musik yang menjadi pewarna relung jiwanya saat berekspresi menorehkan kanvas di galerinya di Ubud.

“Cuma memang harus ekslusif dan nggak boleh ada siapapun bersamanya ketika sedang ‘berkarya’, mengurung diri sendirian,” kata Ni Made Toya, seorang wanita asli Bali yang banyak mendukung kreativitas Yaari di Bali.

Menurutnya Yaari Rom betul-betul mendedikasikan dirinya pada dunia seni. “Cuma itulah, karena sifatnya yang akrab dan suka peduli, maka Yaari sering terlalu cepat menghabiskan uangnya terlalu cepat,” terang Ni Made Toya.

Lahir dari orang tuanya yang juga seniman, Yaari tak tertarik membicarakan materi duniawi secara komersil, begitu pula ketidaktertarikan dirinya ketika diajak bicara terkait harga sebuah lukisan, Yaari seakan ‘gusar’ ketika didesak mengenai taksiran nominal karyanya.

Lukisan ekspresionis transformatif terinspirasi dari alam karya Yaari Rom kini dipamerkan di Park23 Gallery & Creative Hub, Tuban Bali dari tanggal 6 hingga 24 Juli 2022.

Pengunjung akan diajak Yaari Rom untuk membebaskan diri dalam pemikiran, kreasi, dan dan kembali kepada alam saat menikmati hasil karyanya yang tentunya sudah banyak dijadikan koleksi oleh para tokoh dan selebriti dunia.

Baca Juga :
Menko : Subsidi Untuk Belanja Yang Lebih Produktif

Dalam beberapa bulan terakhir, Park 23 Creative Hub sangat aktif mendukung pengembangan kreativitas Seniman lokal Bali maupun internasional di Pulau Dewata. Kolaborasi baru dengan Yaari Rom, seniman internasional unik yang berbasis di Bali, bertujuan untuk memberikan inspirasi dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi Bali baik tanah lautan lewat pesona ibu pertiwi dalam goresan warna pameran.

Dalam beberapa bulan terakhir, Park 23 Creative Hub sangat aktif mendukung pengembangan kreativitas Seniman lokal Bali maupun internasional di Pulau Dewata. Kolaborasi baru dengan Yaari Rom, seniman internasional unik yang berbasis di Bali, bertujuan untuk memberikan inspirasi dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi Bali baik tanah lautan lewat pesona ibu pertiwi dalam goresan warna.

 

Pewarta : Hidayat