Foto:  Ketua LPPM, Prof. Nyoman Suarsana bersama tim PT Setia Tani.

Denpasar (Metrobali.com)-

LPPM Unud dengan PT Setia Tani dalam diskusi telah mendekati kesepakatan untuk menindaklanjuti  memproduksi produk inovasi hasil penelitian dosen Unud. MoU dengan Universitas dan PKS dalam waktu dekat segera akan direalisasikan.  Pada kesempatan ini, Ketua LPPM, Prof. Nyoman Suarsana menjelaskan  Biostimulan EGARY merupakan formulasi dalam bentuk cair hasil penelitian skim produk inovatif Udayana  yang mengandung bakteri, yang formulanya sudah dipatenkan oleh Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta, sebagai inventor.

Produk ini sudah diuji multi lokasi dan multi kondisi. Untuk tanaman padi di 5 (lima) Kabupaten penghasil padi utama di Bali yaitu Tabanan, Badung, Gianyar, Buleleng dan Jembrana. Selain padi, juga pada tanaman jeruk.  Keunggulan Biostimulan Egary dapat memacu pertumbuhan, mempercepat panen dan  sebagai biopestisida. Pada tanaman padi, penggunaan EGARY dapat meningkatkan produksi gabah 1 sampai 1,5 ton per Ha dari sebelumnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Direktur PT Setia Tani, drh. I Dewa Made Kuca Kucala menyampaikan bahwa sangat senang berbangga bisa bekerjasama dengan LPPM Unud mengingat Unud telah bisa memberikan solusi atas permasalahan petani khususnya atas kenaikan harga sarana produksi pertanian (pupuk & pestisida) yang terus meningkat (EGARY sebagai produk alternatif) serta Unud selalu mengedepankan pertanian berbasis agent organik sesuai dengan arah kebijakan Pemda Bali dan Tri Hita Karana.

Hal lain yang juga menjadi optimisme kami untuk siap bekerjasama dengan LPPM Unud yaitu setelah dilakukan uji lapangan dengaan konsep multi lokasi melalui model demplot dan kajian bersama BPTP Bali memberikan hasil yang sangat bagus dan bermanfaat bagi petani pelaksana dibandingkan dengan tanpa perlakuan baik efektifitas, efikasi serta efesiensi baik waktu tenaga dan ekonomi tentunya. Berdasarkan beberapa hal tersebut kami PT. Setia Tani melihat sebagai suatu peluang usaha yang sangat bagus untuk dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada para petani melalui upaya pengadaan/penyediaan produk EGARY berupa mempercepat untuk memproduksinya serta memasarkannya yang mana juga harus dilengkapi dengan perijinan/legalitas atas produk tersebut. Untuk itu besar harapan kami LPPM Unud dapat terus mendukung upaya mewujudkan hal tersebut. (rls)

Baca Juga :
PSI Belajar Merawat Lingkungan Hidup di Kawasan Ekowisata Mangrove Kampoeng Kepiting

Sumber: http://www.unud.ac.id