Liverpool-players

London (Metrobali.com)-

Liverpool lolos dari tiga kali permohonan penalti untuk memperbesar peluang mereka finis di empat besar pada Liga Utama Inggris, melalui kemenangan 2-0 di markas Southampton pada Minggu.

Pasukan Brendan Rodgers naik ke peringkat keenam, dengan terpaut dua angka dari tim peringkat keempat Manchester United, ketika gol-gol dari Philippe Coutinho dan Raheem Sterling memastikan kemenangan keenam mereka dari tujuh pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.

Namun tim peringkat kelima Southampton memiliki alasan untuk merasa gusar, setelah tiga klaim penalti mereka diabaikan pada babak pertama, yang dimulai pada menit-menit awal ketika Emre Can melanggar Filip Djuric.

Coutinho merespon dengan membawa Liverpool memimpin pada menit ketiga melalui sepakan jarak jauh brilian, yang membuat bola masuk ke sudut atas gawang untuk menjadi gol liga perdana bagi gelandang Brazil ini sejak November.

Permohonan penalti kedua Djuric terjadi ketika ia terlihat dilanggar Joe Allen, namun wasit Kevin Friend kembali mengabaikan permohonannya.

Kemudian tangan Can terlihat mengenai bola di area terlarang ketika ia berusaha untuk mengontrol bola sebelum menyapu umpan silang, sekali lagi Friend memutuskan agar permainan diteruskan.

Liverpool mengambil keuntungan dari peruntungan bagusnya untuk mengunci tiga angka pada menit ke-72, ketika pemain Southampton Matt Target gagal menyapu bola dan kemudian bola jatuh dengan sempurna untuk Sterling, yang tanpa kesulitan melepaskan tembakan tanpa dapat dihentikan Fraser Forster.

Semangat juang Di tempat lain pada Minggu, Mauricio Pochettino memuji semangat juang para pemain Tottenham Hotspurnya setelah Harry Kane mengamankan hasil imbang dramatis 2-2 melawan West Ham United.

Pasukan Pochettino tertinggal 0-2 di White Hart Lane ketika The Hammers menggebrak melalui Cheikhou Kouyate dan Diafra Sakho, namun kesalahan yang dilakukan kiper Adrian membuat Danny Rose mampu memperkecil ketertinggalan saat pertandingan menyisakan sembilan menit.

Baca Juga :
Bangunan Berlantai Dua Di jalan Toya Anakan II, Di Protes Krama Desa Adat Galiran

Dan ketika penyerang Kane dilanggar di kotak terlarang oleh Alex Song menjelang babak kedua berakhir, ia menjaga ketenangannya untuk menyambar bola pantul setelah eksekusi penaltinya dapat digagalkan untuk menjadi gol ke-24nya di musim ini.

Hasil ini meneruskan catatan buruk tim London utara itu setelah pertandingan-pertandingan Liga Europa pada tengah pekan.

Namun Pochettino berkata, “Pada babak kedua saya rasa terdapat sejumlah keputusan yang merugikan kami, gol kedua itu offside. Namun kami memperlihatkan karakter, itulah yang terpenting.” “Menjalani sepuluh menit terakhir pada kedudukan tertinggal 0-2, untuk menyelesaikan pertandingan dengan skor 2-2 merupakan sesuatu yang membanggakan.” Pelatih West Ham Sam Allardyce, yang beranggapan bahwa Kane terjatuh setelah adanya kontak minimal dengan Song, mengklaim bahwa Tottenham beruntung bisa meraih satu angka dari “derby” London yang berlangsung sengit ini.

“Anda dapat berargumen apakah Alex Song melakukan kontak yang cukup untuk menjatuhkan Harry Kane, namun ketika Anda berjuang seperti Tottenham, Anda tersentuh dan sang pemain terjatuh,” kata Allardyce.

“Mereka begitu beruntung pada hari ini. Satu dengan gol pertama mereka – Danny Rose mampu memaksimalkannya – dan gol kedua Adrian menggagalkan penalti, namun (bola) itu mengarah kembali ke Harry Kane.” Terdapat drama lain di Goodison Park, di mana Everton bermain imbang 2-2 melawan tim juru kunci Leicester City berkat gol bunuh diri Matthew Upson pada menit ke-89.

Penyerang Everton yang berasal dari Skotlandia Steven Naismith memecah kebuntuan pada menit ke-57 melalui tembakan mendatar yang mengecoh kiper Leicester Mark Schwarzer.

Namun David Nugent menyamakan kedudukan enam menit kemudian ketika sang penyerang Leicester menyambar bola untuk berbuah gol, setelah kiper Everton Tim Hozard menepis umpan silang Jamie Vardy menuju jalur pergerakannya.

Baca Juga :
Pemegang Saham Lokal Cemaskan Penguasaan Asing Muamalat

Dan Howard layak disalahkan untuk gol kedua Leiccester pada menit ke-70, ketika ia salah mengantisipasi umpan silang, mendorongnya ke Vardy, yang menyodorkannya untuk gelandang Argentina Esteban Cambiasso untuk dikonversi menjadi gol dari jarak dekat.

Pertandingan harus berakhir dengan skor imbang, setelah bek Leicester Upson secara tidak sengaja menyundul bola ke gawangnya sendiri ketika ia berupaya menyapu umpan silang yang sempat dibelokan penyerang Everton Romelu Lukaku. (Antara/AFP) –