Denpasar (Metrobali.com)-

Lima pegawai negeri sipil Dinas Kebudayaan Provinsi Bali diperiksa Kejaksaan Tinggi setempat, Kamis (3/10), terkait dugaan korupsi pengadaan barang di Taman Budaya, Depasar.

Kelima PNS tersebut diperiksa secara bergiliran dalam kapasitasnya sebagai saksi pengadaan peralatan pencahayaan, kamera sirkuit (CCTV), dan perangkat audio senilai Rp21,05 miliar.

“Mereka hanya memberikan keterangan sebagai saksi,” kata Haposan Sihombing selaku penasihat hukum Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika.

Dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai materi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan jaksa penyidik di Kejati Bali.

Pemanggilan lima PNS itu sebagai aaksi merupakan pemeriksaan kedua. Mereka memberikan keterangan tentang perbuatan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Dalam perhitungan sementara Kejati Bali, nilai kerugian negara akibat kasus itu diperkirakan mencapai Rp6 miliar.

Kejati Bali telah menetapkan dua tersangka kasus itu, yakni Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Budaya, Ketut Mantara Gandi.

Mantara adalah orang pertama yang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Suastika ditetapkan pada Senin (30/9). AN-MB

Baca Juga :
Jelang APEC, Polda Bali Buat Blue Print Obyek Vital