LeggingJakarta (Metrobali.com)-

Legging banyak digunakan wanita saat berolahraga. Celana berbahan tipis dan ketat tersebut memang nyaman dan fleksibel untuk dipakai ketika banyak bergerak. Tak heran jika sejumlah brand fashion ternama banyak menawarkan opsi gym legging dengan variasi motif dan detail menarik.

Jika Anda salah satu pecinta olahraga yang sering mengenakannya, coba perhatikan kembali waktu pemakaiannya. Ternyata gym legging tidak baik digunakan dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, Anda disarankan untuk melepasnya setelah selesai latihan.

Dilansir Mic, ahli medis menganjurkan agar gym legging tidak dikenakan saat tidak tengah berolahraga. Dikarenakan hal tersebut bisa memicu masalah dermatologis sehingga dapat menggangu kesehatan. Dr Michael Eidelman menjelaskan jika bahan celana tersebut tidak mudah bernafas sehingga membuat keringat menempel dekat kulit.

Hal itu bisa menjadi problema karena membuat area yang tertutup celana sangat hangat dan lembap. Akibatnya kulit bisa jadi bermasalah. Salah satu masalah kulit yang sering timbul karenanya adalah folliculitis yakni tersumbatnya folikel rambut yang memicu terjadi inflamasi. Kondisi itu pun sering terjadi pada wanita terutama pada area payudara karena penggunakan bra olahraga.

Selain folliculitis, legging untuk gym juga kerap menimbulkan infeksi jamur pada vagina. Hal itu disebabkan karena ketatnya legging yang membuat area selangkangan menjadi sangat lembab. Menurut Michael, Anda juga bisa lebih terpapar infeksi jamur ketika sedang tengah mengonsumsi antibiotik untuk masalah jerawat.

Untuk itu, Michael menganjurkan agar Anda memilih gym leggings yang berkualitas Usahankan jika celana tersebut dihadirkan dengan bahan yang menyerap kelembapan. Lalu pastikan jika Anda mandi dan berganti pakaian setelah olahraga. Legging banyak digunakan wanita saat berolahraga. Celana berbahan tipis dan ketat tersebut memang nyaman dan fleksibel untuk dipakai ketika banyak bergerak. Tak heran jika sejumlah brand fashion ternama banyak menawarkan opsi gym legging dengan variasi motif dan detail menarik.

Jika Anda salah satu pecinta olahraga yang sering mengenakannya, coba perhatikan kembali waktu pemakaiannya. Ternyata gym legging tidak baik digunakan dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, Anda disarankan untuk melepasnya setelah selesai latihan.

Dilansir Mic, ahli medis menganjurkan agar gym legging tidak dikenakan saat tidak tengah berolahraga. Dikarenakan hal tersebut bisa memicu masalah dermatologis sehingga dapat menggangu kesehatan. Dr Michael Eidelman menjelaskan jika bahan celana tersebut tidak mudah bernafas sehingga membuat keringat menempel dekat kulit.

Hal itu bisa menjadi problema karena membuat area yang tertutup celana sangat hangat dan lembap. Akibatnya kulit bisa jadi bermasalah. Salah satu masalah kulit yang sering timbul karenanya adalah folliculitis yakni tersumbatnya folikel rambut yang memicu terjadi inflamasi. Kondisi itu pun sering terjadi pada wanita terutama pada area payudara karena penggunakan bra olahraga.

Selain folliculitis, legging untuk gym juga kerap menimbulkan infeksi jamur pada vagina. Hal itu disebabkan karena ketatnya legging yang membuat area selangkangan menjadi sangat lembab. Menurut Michael, Anda juga bisa lebih terpapar infeksi jamur ketika sedang tengah mengonsumsi antibiotik untuk masalah jerawat.

Untuk itu, Michael menganjurkan agar Anda memilih gym leggings yang berkualitas Usahankan jika celana tersebut dihadirkan dengan bahan yang menyerap kelembapan. Lalu pastikan jika Anda mandi dan berganti pakaian setelah olahraga. Legging banyak digunakan wanita saat berolahraga. Celana berbahan tipis dan ketat tersebut memang nyaman dan fleksibel untuk dipakai ketika banyak bergerak. Tak heran jika sejumlah brand fashion ternama banyak menawarkan opsi gym legging dengan variasi motif dan detail menarik.

Jika Anda salah satu pecinta olahraga yang sering mengenakannya, coba perhatikan kembali waktu pemakaiannya. Ternyata gym legging tidak baik digunakan dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, Anda disarankan untuk melepasnya setelah selesai latihan.

Dilansir Mic, ahli medis menganjurkan agar gym legging tidak dikenakan saat tidak tengah berolahraga. Dikarenakan hal tersebut bisa memicu masalah dermatologis sehingga dapat menggangu kesehatan. Dr Michael Eidelman menjelaskan jika bahan celana tersebut tidak mudah bernafas sehingga membuat keringat menempel dekat kulit.

Hal itu bisa menjadi problema karena membuat area yang tertutup celana sangat hangat dan lembap. Akibatnya kulit bisa jadi bermasalah. Salah satu masalah kulit yang sering timbul karenanya adalah folliculitis yakni tersumbatnya folikel rambut yang memicu terjadi inflamasi. Kondisi itu pun sering terjadi pada wanita terutama pada area payudara karena penggunakan bra olahraga.

Selain folliculitis, legging untuk gym juga kerap menimbulkan infeksi jamur pada vagina. Hal itu disebabkan karena ketatnya legging yang membuat area selangkangan menjadi sangat lembab. Menurut Michael, Anda juga bisa lebih terpapar infeksi jamur ketika sedang tengah mengonsumsi antibiotik untuk masalah jerawat.

Untuk itu, Michael menganjurkan agar Anda memilih gym leggings yang berkualitas Usahankan jika celana tersebut dihadirkan dengan bahan yang menyerap kelembapan. Lalu pastikan jika Anda mandi dan berganti pakaian setelah olahraga. Sumber : wolipop