Singaraja (Metrobali.com)-

Hawa dingin menyambut hangat rombongan peserta Leadership Camp SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy). Semakin memasuki daerah camp di Candikuning, pekatnya aroma kopi mulai tercium. Di tengah harumnya bau kopi tersebut, terpancar jelas wajah-wajah calon pemimpin siswa SMAN Bali Mandara. Leadership camp ini diselenggarakan oleh Putra Sampoerna Foundation dalam rangka menciptakan embrio pemimpin masa depan yang diselenggarakan selama dua hari.

Pagi itu, dengan resmi Leadership Camp dibuka oleh pihak Sampoerna Foundation. Antusias dan semangat tak bisa lebas dari raut wajah peserta camp. Pertama-tama, mereka diwajibkan mencari teman satu kelompok yang sudah di tempel di kanan kiri jalan kecil menuju lokasi camp. Uniknya, nama-nama kelompok dan nama panitia menggunakan istilah yang dipakai pada saat zaman Kerajaan Mahabharata. Seluruh kegiatan Leadership Camp ini dikoordinir oleh Pradnyagama sebagai Event Organisernya.

Acara Leadership Camp ini dikemas menarik dengan berbagai jenis games. Berbagai jenis games tersebut bertema kepemimpinan yang menjadi media menarik dalam menyalurkan nilai-nilai karakter pada seorang pemimimpin. Setelah memainkan berbagai jenis games yang mengasah pikiran pasa peserta, acara dilanjutkan dengan pemberian materi-materi tentang kepemimpiinan dan living value oleh beberapa psikolog dari Pradnyagama.

Suasana sejuk angin malam yang berkolaborasi dengan gemerlapnya cahaya bulan menjadi pelengkap acara api unggun. Dengan bangga, masing-masing kelompok membawakan penampilan drama yang bertemakan kepahlawanan. Dalam acara ini, kita diajarkan untuk menjadi seorang pemimpin yang berani tampil di hadapan orang banyak. Selain itu, makna lain dari acara ini adalah sebagai seorang pemimpin kita senantiasa harus berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

Acara di hari kedua pun tak kalah seru dengan hari sebelumnya. Para siswa masih tetap semangat walaupun hawa dingin menusuk tulang, tetapi hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka. Acara outbond yang dilaksanakan di pinggir Danau Beratan menambah kegembiraan. Permainan menjaga balon dan mengangkat gelas dengan menggunakan sehelai serbet berhasil memberikan pembelajaran yang sangat bermakna bagi siswa. Pengendalian emosi, kesabaran, dan kebersamaan telah mereka dapatkan melalui permainan ini.

Baca Juga :
Bappenas Review Dermaga Cruise Tanah Ampo : Bupati Geredeg Harapkan Segera Diselesaikan

Acara penutupan adalah acara yang paling menegangkan sekaligus mengharukan. Wajah tegang para siswa terlihat saat pengumuman pemenang dari kegiatan dan games yang sudah dilaksanakan selama dua hari. Kelompok Dewi Ratih lahir sebagai pemenang pertama, Rama sebagai juara ketiga, dan Laksamana sebagai juara ketiga. Senyum kebanggaan mulai merekah bagi kelompok yang berhasil menjadi juara. Selain itu, ada juga penghargan bagi 10 tokoh leader terbaik. Penyematan scraf  menjadi tanda bahwa seluruh siswa telah berhasil melewati leadership camp sekaligus sebagai tanda bahwa berakhirnya kegiatan ini.

Dengan diadakannya pelatihan leadership camp ini siswa Smanbara diharapkan lebih dapat melatih kepekaan mereka terhadap lingkungan di sekitarnya. Tak lupa, melalui pelatihan ini, juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memaknai nilai-nilai kehidupan sebagai calon pemimpin kelak.

Leadership camp merupakan program lanjutan dari leadership corss. Meskipun hanya berlangsung selama dua hari, leadership camp mampu menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dengan baik. Nilai-nilai yang ditanamkan terintegrasi langsung dalam kehidupan nyata siswa. Bagi sekolah-sekolah lainnya juga diharapkan bisa menyelenggarakan pelatihan leadership camp untuk membentuk calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia.(Susila dan Sandra/SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy-MB)