Gub  Kunker Tabanan

Tabanan (Metrobali.com)-

 

Jalan raya yang ada di Bali semuanya merupakan jalan yang sangat strategis karena jalan tersebut sebagian besar menuju k objek – objek wisata yang ada di Bali yang merupakan juga  jalur produksi terutama jalan kabupaten khususnya yang ada di Tabanan. Untuk itu perlu keseriusan dalam menjaga dan merawat keberadan jalan tersebut agar selalu lancar. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam arahannya saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2).

 “ Hendaknya pejabat pemerintah mengurangi anggaran untuk jalan – jalan ke luar daerah atau luar negeri dan dananya di alihkan untuk perbaikan dan perawatan jalan kabupaten tersebut. Jadi jangan sampai jalan – jalan bisa namun saat memperbaiki jalan tidak bisa”, tegas Pastika. Pastika mengharapkan para pejabat pemerintah dapat lebih peka jika daerahnya memiliki APBD yang sedikit hendaknya jangan terlalu sering ke luar negeri. Lebih lanjut Pastika juga mengungkapkan pemerintah kabupaten untuk memikirkan upaya peningkatkan pendapatan masyarakatnya guna meningkatkan kesejahteraan mereka. “Supaya sejahtera pendapatan masyarakat itu ditingkatkan dan pengeluarannya dikurangi, bagaimana caranya itulah yang harus kita pikirkan,” jelas Pastika. Pastika juga menjelaskan bahwa menurut data BPS terdapat dua pengeluaran yang menyebabkan masyarakat miskin yakni pengeluaran makanan dan non makanan, untuk faktor makannan yang palin tinggi itu adalah beras dan yang kedua adalah rokok, dan untuk non makanan pengeluarannya adalah yang pertama adalah perumahan dan yang kedua adalah upacara adat dan agama.

Pastika juga menyampaikan untuk tahun 2015 ini, Bantuan yang akan diperoleh Kabupaten Tabanan yaitu untuk JKBM memperoleh dana sharing sebesar Rp 18,9 Milyar dari provinsi, 104 unit bedah rumah, 8 Gapoktan memperoleh Simantri dan 4 desa yang akan memerima Gerbangsadu, untuk dana pendidikan Kabupaten Tabanan memperoleh bantuan dana dalam bentuk hibah maupun bansos sebesar Rp 17,9 Milyar. Menurut Pastika meskipun Provinsi memiliki dana yang cukup untuk program-program seperti Simantri maupun Gerbangsadu, namun Pastika tidak bisa memberikan bantuan secara sembarang. Karena masih banyak desa-desa yang belum siap untuk melaksanakan atau mengelola dana dari program-program tersebut. Selanjutnya ia juga minta kepada seluruh kepala desa agar data mengenai kondisi masyarakat harus dilaporkan secara obyektif. “Dengan data yang obyektif maka segala bantuan dipastikan akan dapat disalurkan dengan tepat sasaran,” tandasnya.  

Sementara itu Bupati Tabanan yang dalam sambutanya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bahwa di tahun 2014 tingkat kemiskinan di Kabupaten Tabanan mencapai 5,21% dan angka tersebut jauh lebih besar dari angka provinsi yang sebesar 4,49%. Menurutnya dengan angka tersebut pihaknya harus lebih bekerja keras lagi dalam mengentaskan kemiskinan di Tabanan. Selanjutnya mengenai program Bedah Rumah Sanjaya menyatakan dari sekitar 5000 rumah tidak layak huni, 2065 diantaranya telah memperoleh bantuan bedah rumah baik itu dari APBN, Provinsi maupun Kabupaten. Dalam bidang kesehatan, Sanjaya menyampaikan terdapat 5 permaslahan mendasar yang di alami oleh Kabupaten Tabanan diantaranya kurangnya kamar rawat inap yang dimiliki oleh RSUD Tabanan, dan hanya terdapat 5 puskesmas rawat inap dari 20 puskesmas keseluruhan di Tabanan, akses yang masih sulit, fasilitas yang kurang mendukung dan terdapat 37% Puskesmas pembantu yang rusak berat. Untuk Gerbangsadu, Sanjaya menyampaikan Pemkab Tabanan telah mensinergikannya dengan program milik Pemkab Tabanan yaitu Keramba Emas (Keratif Bersama Membangun Ekonomi Masyarakat). Sementara di bidang pertanian dari 69 Simantri yang ada di Tabanan hanya 43% yang berfungsi dengan baik. Sanjaya juga berharap perhatian provinsi terhadap peningkatan kualitas jalan kabupaten yang ada di Tabanan, menurut Sanjaya dari 860,94 km panjang jalan di Tabanan, 53,74% mengalami rusak berat oleh karena hal tersebut bantuan finansial dari provinsi sangat di harapkan oleh Kabupaten Tabanan. AD-MB

Baca Juga :
Tokoh lintas agama keluarkan seruan toleransi Nyepi