Jakarta, (Metrobali.com)

Deputi V Kantor Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani mengecam penyerangan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para petugas petugas PT. Palapa Ring Timur Telematika (PTT) yang sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Kampung Kago, Distrik Ilaga, kabupaten Puncak, provinsi Papua.

“Saya mengecam tindak pidana yang diduga dilakukan oleh KKB di kabupaten Puncak, provinsi Papua. Seluruh korban sedang melaksanakan tugas mereka demi mempermudah akses komunikasi masyarakat dan justru mendukung kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses komunikasi dan konektivitas sehingga memudahkan kegiatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga,” kata Jaleswari Pramodhawardani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta pada Minggu.

Pada Rabu (2/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT diketahui kamp para pegawai PTT Tower B3 Kampung Jenggeran, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, didatangi sekitar 10 anggota KKB.

Gerombolan KKB langsung masuk ke kamp dengan membawa alat-alat tajam, seperti parang, kapak, bahkan menenteng senjata api lalu membunuh delapan karyawan PTT yang sedang tertidur lelap, yaitu Bona Simanulang, Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaludin, Sharil Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Bebei Tabuni dan Ibo.

Satu korban selamat atas nama Nelson Sarira sudah berhasil dievakuasi ke Timika pada Sabtu (5/3) siang oleh Tim Operasi Damai Cartenz.

Dari data yang telah diolah oleh Kantor Staf Presiden, menurut Jaleswari, sepanjang Januari hingga awal Maret 2022, tercatat setidaknya ada 7 dugaan tindak pidana yang dilakukan KKB di beberapa distrik di provinsi Papua.

Kejadian-kejadian tersebut memakan total 18 korban dengan rincian 13 korban yang meninggal dunia dan 5 korban yang mengalami luka-luka, korban mencakup anggota TNI dan masyarakat sipil.

Baca Juga :
Suwirta Kesal Melihat Ruang Perekonomian Ditemukan Kosong Melompong

“Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dari para petugas PTT yang menjadi korban. Para petugas sejatinya telah memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa kita dengan menjaga jaringan konektivitas. Saya meminta agar para aparat terkait melakukan penegakan hukum secara tegas, tuntas, dan proporsional atas tindak pidana tersebut,” ungkap Jaleswari.

Pada 2021, Jaleswari menyebut pemerintah telah merencanakan pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) di Papua dan Papua Barat sebanyak 4.200 unit.

Lebih dari 60 persen titik yang telah dibangun terdapat di Papua dan Papua Barat dengan tujuan agar masyarakat Papua dan Papua Barat dapat menikmati jaringan telekomunikasi 4G.

“Konektivitas merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kesejahteraan di Tanah Papua, tindak pidana ini merugikan semua pihak,” tambah Jaleswari.

Komitmen Pemerintah atas pengembangan infrastruktur di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan) tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 yang menyatakan pembangunan infrastruktur pita lebar pada 2022 mencakup jaringan di 8.226 desa wilayah 3T.

“Selanjutnya pemerintah pusat dan daerah serta seluruh unsur aparat akan terus bekerja sama serta menggandeng tokoh adat dan masyarakat tanah Papua untuk memberikan perlindungan maksimal bagi segenap warga masyarakat di tanah Papua,” kata Jalaeswari.

Kejadian penembakan tersebut baru diketahui oleh jajaran Polda Papua pada Kamis (3/3) setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan Nelson Sarira berteriak meminta pertolongan terpantau oleh monitor sentral PTT di Jakarta.

Sumber : Antara