Michael Steven

Jakarta (Metrobali.com)-

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) mengharapkan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi atau penghentian sementara saham dan waran perseroan.

“Kresna melakukan paparan publik insidentil ini terkait dengan suspensi, diharapkan pada besok (Jumat, 5/9) atau awal pekan mendatang (Senin, 8/9) sudah kembali dibuka,” ujar Direktur Utama Kresna Michael Steven di Jakarta, Kamis (4/9).

Ia mengemukakan bahwa BEI melakukan suspensi saham perseroan sehubungan dengan adanya penelaahan Bursa atas transaksi keuangan PT Kresna Garaha Sekurindo Tbk.

“Transaksi itu terkait dengan penerbitan MTN (mediaum term note) oleh pihak-pihak terafiliasi,” katanya.

Ia memaparkan bahwa dalam penerbitan MTN itu, KREN bertindak sebagai “arranger”. Perseroan mengakui pendapatan “arranger” dari penerbitan MTN oleh pihak terafiliasi dimaksud dalam laporan keuangan perseroan tahun 2013 itu seharusnya disajikan sebagai pendapatan “arranger” pihak berelasi.

“Pendapatan ‘arranger’ dimaksud sebesar 1,28 persen dari total pendapatan usaha perseroan tahun 2013 sebesar Rp141,1 miliar, sehingga tidak bersifat material,” katanya.

Menurut dia, karena informasi tambahan dan pengungkapan tambahan atas transaksi hubungan pihaknya terafiliasi itu tidak berdampak dan bersifat material, maka revisi atas laporan keuangan perseroan tidak perlu disajikan kembali, namun dapat disajikan pada laporan keuangan berikutnya. AN-MB 

Baca Juga :
Korban tewas penembakan brutal di Thailand bertambah, jadi 21 orang