Dewi Setyowati

Denpasar (Metrobali.com)-

Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat total penyaluran kredit perbankan untuk kegiatan ekspor di Pulau Dewata selama tahun 2014 mencapai Rp104,47 miliar yang sebagian besar didominasi ekspor bidang perdagangan, hotel, dan restoran.

“Kredit ekspor perbankan di Bali untuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) mencapai 55 persen atau sebesar Rp57 miliar,” kata Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati di Denpasar, Selasa (10/2).

Menurut dia, selain sektor PHR, kredit dari bank kepada eksportir juga mendominasi untuk sektor industri pengolahan sebesar 37 persen atau 38,6 miliar.

Hal itu sejalan dengan produk ekspor dari Pulau Dewata utama di antaranya perhiasan, pakaian jadi dan produk olahan kayu yang masuk ke dalam sektor PHR dan pengolahan.

Dewi lebih lanjut menjelaskan bahwa penyaluran kredit ekspor masih terkonsentrasi di kabupaten yang menjadi pusat kegiatan pariwisata yakni di Kabupaten Badung yang mencapai 38 persen atau sekitar Rp39,9 miliar.

Kemudian disusul Kabupaten Gianyar sebesar 22 persen atau Rp30,2 miliar dan Denpasar sebesar 16 persen atau 16,9 miliar.

Belum meratanya distribusi kredit perbankan untuk kegiatan ekspor, kata dia, disebabkan infrastruktur di kabupaten lain yang masih minim dalam mendukung produksi komoditas eksor di Pulau Dewata.

Ia menyatakan bahwa kredit ekspor di Bali tumbuh sebesar 9,11 persen dengan tingkat kredit macet yang tergolong rendah yakni hanya 0,03 persen.

BI, lanjut dia, optimistis positifnya pertumbuhan kredit ekspor itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata yang diproyeksikan mencapai pada kisaran 6,0 hingga 6,5 persen selama 2015.

“Salah satunya didorong oleh peningkatan ekspor yang didukung oleh membaiknya ekonomi Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan utama ekspor untuk furniture dan pakaian jadi,” katanya.

Baca Juga :
Bali Matangkan Persiapan Tuan Rumah PON 2020

Kredit ekspor dari perbankan akan berpengaruh positif bagi kinerja ekspor.

Oleh karena itu ia meminta perbankan untuk melakukan sosialisasi tentang berbagai produk dan skema kredit eskpor kepada para eksportir.

Selain itu, banyaknya pembangunan infrastruktur di Provisi Bali juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kegiatan ekspor.

“Pembangunan infrastruktur menjadi tulang punggung dalam membantu dan memperlancar distribusi barang maupun jasa, serta peningkatan produksi komoditas ekspor,” katanya. AN-MB