Buleleng (Metrobali.com)-

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi tahapan pencalonan dan pendukung bakal calon perseorangan pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tahun 2024 kepada stakeholder di Kabupaten Buleleng bertempat di Hotel Aneka Lovina, pada Senin, (5/12/2022).

Dimana dalam hal regulasi pencalonan masih memakai PKPU No. 14 Tahun 2018, sembari menunggu regulasi terbaru terkait dengan pencalonan DPD.

I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa sebagai narasumber dari kalangan akademisi memaparkan perihal bagaimana mendorong partisipasi serta pentingnya peran DPD untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Menurutnya sejarah lahirnya DPD adalah karena tuntutan demokratisasi pengisian anggota lembaga, agar selalu mengikutsertakan rakyat pemilih. Karena adanya tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah yang jika tidak dikendalikan dengan baik akan berujung pada tuntutan separatisme, serta sebagai upaya lain untuk menjaga integrasi nasional.

“Terdapat tiga perilaku pemilih pada saat pemilu, yaitu pemilih tradisional, memilih karena klien dan pemilih rasional. Dalam hal ini, pemilih rasional yang menggunakan ideologi dan melihat riwayat calon pemimpin itu yang harus dimaksimalkan.” ujarnya.

“Caranya adalah semua stakeholder harus mau memberikan pemahaman yang banyak kepada masyarakat sehingga akan melahirkan pemilih yang rasional,” tegas Lanang Perbawa.

Selain dari akademisi, sosialisasi juga diisi paparan oleh anggota KPU Buleleng divisi sosialisasi Gede Bandem Samudra yang menyampaikan tata cara untuk menjadi calon perserorangan dan syarat pencalonan dengan minimal dukungan yang disyarakatkan.

 

Pewarta : Gus Sadarsana