Jakarta (Metrobali.com)-

Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah ruang Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada Jumat (16/8) malam hingga Sabtu (17/8).

Juru Bicara KPK Johan Budi disela-sela peluncuran dan sosialisasi radio streaming “KanalKPK” di Jakarta, Minggu (18/8). mengatakan penggeledahan dilakukan oleh 20 penyidik KPK di ruang kerja Wakil Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas.

Selain itu, katanya, penggeledahan juga dilakukan di beberapa ruang pejabat SKK Migas lain di empat lantai terpisah di gedung yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Ruangan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Gerhard Rummeser dan ruangan Kepala Divisi Pengendalian Operasi SKK Migas Iwan Ratman ikut digeledah oleh penyidik.

Selain itu, ruangan milik Kepala Divisi Pengendalian Rantai Supply SKK Migas dan ruangan Kepala Divisi Manajemen Proyek SKK Migas tidak luput dari pemeriksaan.

“Tidak ada uang, hanya dokumen-dokumen yang dibawa,” ujar Johan.

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, yakni kantor S (Simon Tanjaya), kantor Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan kantor SKK Migas.

Berdasarkan hasil penggeledahan pada Rabu (14/8) hingga Kamis (15/8), penyidik KPK menyita 200 ribu dolar AS dari ruang Sekjen Kementerian ESDM.

Pada kesempatan itu, Johan mengatakan belum dapat menyimpulkan apakah uang dolar AS tersebut berasal dari tersangka Simon Tanjaya.

KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan dari pihak swasta Devi Ardi sebagai tersangka penerima suap terkait lingkup kewenangan SKK Migas, sedangkan Simon Tanjaya yang berasal dari perusahaan Kernel Oil Pte Ltd ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. AN-MB