Ket foto : Penampilan Peed Aya Duta Kota Denpasar serangkaian Pesta Kesenian Bali XLIV Tahun 2022 di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Minggu (12/6).
Denpasar, (Metrobali.com)
Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2021 dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Minggu (12/6). Duta Kota Denpasar pun turut andil dalam pelaksanaan pawai  tersebut. Dimana, garapan bertajuk Manah Toya Ning menjadi konsep penampilan yang dibawakan oleh Sekeha Asti Sweta Swara, Kelurahan Sesetan Denpasar.
Tak hanya Mendagri Tito Karnavian, rangkaian pawai turut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekraf, Sandiaga S. Uno. Tampak pula Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan tentunya Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana.
Diawali dengan papan nama Pemerintah Kota Denpasar, rangkaian Peed Aya Duta Kota Denpasat turut menampilkan peragaan busana Bali Payas Agung, dilanjutkan dengan Penari Legong, Penari Kedis Kokokan yang diriingi dengan Gambelan Bumbang. Tak hanya itu, tampak pula iringan Tedung, Bebandrangan dan Ubon-Ubon. Dilanjutkan dengan tradisi Megayod dan Ogoh-ogoh Dewi Danu yang diiringi Tabuh Adhi Merdangga.
Kordinator Sekeha, I Made Widiartha menjelaskan, masyarakat Kota Denpasar sangat memahami peran penting dari air sebagai sumber kehidupan. Sehingga air bagi masyarakat Kota Denpasar harus dihormati dan dilindungi keberadaannya dari hulu hingga ke hilir.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam pawai Pesta Kesenian Bali kali ini Duta Kota Denpasar yang diwakili oleh “Sekaa Asti Sweta Swara” Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan membawakan kesenian dan tradisi khas Kota Denpasar dalam balutan Prosesi “Manah Toya Ning”. Dimana, konsep ini lahir dari sebuah tradisi budaya pada Masyarakat Hindu di Bali dalam rangkaian Upacara Ngaben/Pelebon.
“Dalam pawai kali ini Duta Kota Denpasar hanya menampilkan miniatur dari Prosesi manah Toya ning ini yang sering dilakukan saat upacara palebon atau ngaben yang memiliki makna agar manusia dilapangkan jalannya menuju sunia loka atau kehidupan yang abadi setelah tiada,” jelasnya
“Prosesi ini menunjukkan bagaimana air benar-benar menjadi sarana yang sangat berguna bagi manusia tidak hanya dalam kehidupan, namun saat telah tiadapun air dalam bentuk tirta ini menjadi penting bagaikan kunci yang digunakan umat Hindu di Bali dalam menuju pembebasannya,” imbuhnya
Sementara, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai disela peninjauan kesiapan tim kesenian pawai mengatakan bahwa Pemkot Denpasar mendukung penuh pelaksanaan PKB setiap tahunya. Ajang PKB ini dapat menjadi wahana bagi seniman Kota Denpasar untuk mengembangkan seni dan kebudayaan serta kearifan lokal Bali khususnya Kota Denpasar sebagai ajang pelestarian dan penguatan dalam berkesenian.
“PKB ini merupakan ajang apresiasi seni bagi seluruh seniman di Kota Denpasar sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni di Kota Denpasar,” jelas Jaya Negara.
Untuk diketahui, Pemkot Denpasar mengirimkan 24 tim Duta Kesenian yang akan berlaga di PKB XLIV. Dimana, untuk tahun ini sebanyak 1.910 seniman turut terlibat dalam PKB tahun ini. Selain mengikuti pelepasan Peed Aya di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama istri, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut menghadiri Pementasan Perdana gelaran PKB XLIV Tahun 2022 yang ditandai dengan Rekasedana Sendratari Catur Kumba Mahosadhi. (WAY/HumasDps).
Baca Juga :
Polisi Tangkap Puluhan Pelaku Kerusuhan di Papua