Foto : Sekretaris DPD Partai Hanura Bali Gede Wirajaya Wisna  SE., S.Kom.

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Hiruk pikuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni telah usai dengan pasangan I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) keluar sebagai jawara memimpin Bali lima tahun ke depan. Kini konsentrasi partai politik (parpol) pun bergeser pada tahap pasca pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang telah ditutup Selasa, 17 Juli 2018.

Parpol bersama para calegnya di Bali bersiap untuk  kembali terjun ke bawah menarik simpati masyarakat untuk meraup suara dan kursi anggota legislatif sebanyak-banyak pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 yang juga bersamaan dengan Pemilu Presiden (Pilpres). Namun konstelasi politik kemenangan Pilgub Bali sedikit tidaknya mempengaruhi elektabilitas parpol di Bali.

Parpol pengusung Koster-Ace tentu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi Pileg pasca kemenangan yang diraih jagoannya. Salah satunya Partai Hanura Bali. Berkoalisi secara permanen dengan PDI P mengusung Koster-Ace sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Hanura optimis menatap masa depan yang lebih cerah pada kontestasi politik lima tahunan di Pileg 2019 ini.

“Kami optimis kemenangan Hanura saat mengusung Pak Koster dan Pak Cok Ace dalam Pilgub Bali memberikan energi positif bagi kader dan caleg untuk meraih hasil optimal sesuai target di Pileg 2019,” kata Sekretaris DPD Partai Hanura Bali Gede Wirajaya Wisna  SE., S.Kom., di Denpasar, Rabu (18/7/2019).

Diyakini kemenangan Hanura di Pilgub Bali bisa menjadi magnet elektoral dan menarik simpati masyarakat di Pileg. Sebab, selama kampanye Pilgub ribuan kader Hanura seluruh Bali termasuk yang diproyeksikan menjadi bakal caleg sudah melakukan kerja politik maupun kerja sosial di masyarakat sembari totalitas mengkampanyekanKoster-Ace. Soliditas dan optimisme kader juga tampak menguat di daerah.

Baca Juga :
Pegawai Kontrak TU, Ngedar Shabu Dan Inex Ditangkap Sat Narkoba Polres Klungkung

“Kami sangat optimis kemenangan di Pilgub menjadi magnet elektoral. Apalagi ada koalisi permanen dengan PDI P. Jadi kader kami akan makin solid,” tambah Wirajaya yang juga maju nyaleg DPRD Bali dapil Buleleng.

Kondisi itu juga diperkuat dengan banyak tokoh Bali dan politisi kawakan yang memilih bergabung ke Hanura. Sebut saja sebelumnya ada nama Gede Pasek Suardika, anggotaa DPD RI aktif dari Bali yang juga mantan anggota DPR RI dan mantan  pengurus DPP Partai Demokrat. Pasek Suardika kini menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura dan Wakil Ketua DPP Hanura. Di Pileg ini GPS, sapaan akrabnya, juga maju nyaleg ke DPR RI dari Hanura.

Kolega Pasek Suardika di Senayan yakni anggota DPD RI dua periode I Made Arimbawa alias Lolak juga bergabung menjadi keluarga besar Hanura. Ia juga nyaleg ke DPR RI. “Masuknya dua tokoh Bali ini dan nyaleg DPR RI dari Hanura juga memberikan energi tersendiri untuk Hanura. Jika berkaca pada perolehan suara mereka di Pileg 2014 saat terpilih jadi anggota DPD RI, kami optimis minimal satu kursi DPR RI sudah di tangan Hanura,” imbuh Wirajaya yang juga mantan Regional President JCI (Junior Chamber International) itu.

Di sisi lain, Hanura Bali sudah maksimal dalam menjaring dan menyeleksi nama-nama bakal caleg yang sudah didaftarkan ke KPU. Komposisinya, caleg dari kader sampai 50 persen, lalu 20 persen dari kalangan profesional dan  30 persen kuota perempuan.

“Kami pastikan caleg terisi 100 persen dan calegrempuan minimal 30 persen dengan mengakomodir kader terbaik dan membuka diri untuk tokoh masyarakat maupun kalangan profesional,” ujar Wirajaya.

Pasca pendaftaran DSC di KPU untuk semua tingkatkan, Hanura langsung menginstruksikan caleg-caleg langsung lebih aktif melakukan kerja politik dan kerja sosial, memperkenalkan diri dan juga partai sehingga ada ruang sejak dini. “Dari sekarang kami sudah tancap gas. Caleg-caleg makin aktif terjun ke masyarakat melakukan kerja politik dan kerja sosial,” tandas Wirajaya.

Baca Juga :
Tentara Wanita Berjilbab Bagikan Air Mineral, Peserta Aksi Damai 212 Justru Minta Foto Bersama

Pileg kali ini, Hanura Bali optimis bisa mencapai target satu fraksi di DPRD Kabupaten/Kota atau minimal 4 hingga 5 kursi dengan total keseluruhan mencapai 45 kursi. Lalu target satu fraksi di DPRD Bali atau 5 kursi dan satu kursi DPR RI.

Di Pileg 2014, Hanura Bali belum berhasil mengantarkan wakilnya ke DPR RI. Sementara hanya juga mampu meraih 1 kursi di DPRD Bali dari dapil Buleleng yakni Ni Made Arini. Kemudian ada total 30 kursi di DPRD Kabupaten/Kota.

Pewarta : Widana Daud

Editor : Whraspati Radha