Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kapolsek Negara AKP Gusti Made Sudarma Putra saat ditemui di RSU Negara, Jumat (9/7/2021).

Jembrana (Metrobali.com)-

 

Korban KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali pada tanggal 29 Juni 2021 malam lalu kembali ditemukan.

Korban Adi Supanto (43) alamat lingkungan Krajan, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi- Jawa Timur ditemukan Jumat (9/7/2021) pagi sekitar pukul 08.40 Wita.

Dari informasi korban ditemukan mengambang meninggal dunia di Perairan Dusun Klatakan, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Korban ditemukan oleh Karyawan Ocean Blue Klatakan yang kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Menidaklanjuti laporan tersebut pihak Pol Airud Polres Jembrana Pos Gilimanuk bersama Basarnas Pos Jembrana kemudian melaksanakan evakuasi menggunakan Kapal Airud dengan lambung XII – 1025..

Jenasah korban ditemukan sekitar 500 meter dari tepi pantai Perairan Klatakan Dusun Klatakan Desa Melaya.

Sekitar pukul 09.20 Wita Tim Inavis Polres Jembrana melaksanakan Identifikasi dan identitas korban diketahui bernama Adi Supanto (43) dar lingkungan Krajan, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi-Jatim.

Jenasah korban yang sehari-hari sebagai tukang pijat di KMP Yumicee ini dengan menggunakan mobil ambulan BPBD Jembrana kemudian dibawa ke RSU Negara.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kapolsek Negara AKP Gusti Made Sudarma Putra ditemui di RSU Negara, Jumat (9/7/2021) mengatakan bahwa korban Adi Supanto yang ditemukan di Perairan Klatakan, Melaya ini merupakan penumpang KPM Yunicee yang tenggelam.

Korban lanjutnya, sempat dilaporkan sebagai penumpang hilang oleh seseorang bernama Indra yang mengaku sebagai kerabat korban. “Menurut pelapor (Indra), korban ini sehari-hari sebagai tukang pijat di KMP Yunicee yang tenggelam. Korban tidak masuk daftar manifes” jelas Kapolres Adi Wibawa.

Baca Juga :
Kemenhub Mediasikan Penyelesaian Hak Pelaut Yang Meninggal di Kapal Kounen Maru

Dengan ditemukannya korban kata Kapolres, maka korban meninggal dunia yang ditemukan dan sudah terindentifikasi sebanyak 10 orang. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian ada 16 orang dan selamat 51 orang dari 77 orang penumpang yang tercatat pada Posko SAR Gabungan.

“Pihak keluarga belum datang. Jenasah korban masih di rumah sakit Negara” pungkasnya.

 

Pewarta : Komang Darmadi