Buleleng, (Metrobali.com)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng telah membentuk Sport Intelijen yang berfungsi untuk menghimpun informasi secara rahasia langsung di kubu kompetitor. Terhadap hal ini, sebanyak 43 orang dari seluruh Pengurus Kabupaten (pengkab) Cabang Olahraga (cabor) Kabupaten Buleleng diberikan keilmuan intelijen melalui workshop yang digelar pada Jumat, (19/8/2022) di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng.

Dalam workshop ini, KONI Buleleng menghadirkan legenda atletik Suryo Agung Wibowo pemecah rekor manusia tercepat se-ASEAN pada Sea Games 2009 lalu. Dan kini bekerja sebagai ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), guna memberikan pengarahan terkait pentingnya Big Data Analytic untuk mengidentifikasi calon atlet berkualitas. Dan selain itupula, keilmuan intelijen disampaikan juga oleh pemateri dari KBO Sat Intel Polres Buleleng yakni Komang Tri Septiadi.

“Sport intelijen akan efektif bergerak menghimpun data-data yang dibutuhkan sebelum penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2022 yang rencananya akan diselenggarakan pada Bulan November 2022 mendatang.” ucap Ketua Umum KONI Buleleng, Krtut Wiratmaja,SH

Menurutnya, informasi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan data dari pelatih masing-masing cabor, sebagai bekal untuk mengatur strategi ke depannya nanti.

“Tidak menutup kemungkinan sport intelijen yang telah dibentuk ini, dapat bergerak hingga skala nasional, apabila terdapat perwakilan dari Buleleng yang berkompetisi pada event nasional.” Tandas Wiratmaja.

Sementara itu, pemateri dari Kemenpora Suryo Agung Wibowo menyampaikan pergerakan dunia olahraga di Indonesia akan mengacu pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dibuat dengan tujuan meningkatkan prestasi olahraga nasional.

“DBON meliputi review total dan rancang ulang ekosistem olahraga nasional dan tata pembinaan atlet nasional. Sport intelijen termasuk di dalamnya.” terangnya.

Selain itu, Suryo menyampaikan sinergi pembinaan atlet dari daerah ke nasional juga perlu ditingkatkan lagi. Artinya satu visi, satu misi dari Buleleng menuju ke Bali, dan ke nasional.

“Kita minta kepada para sport intelijen untuk memanfaatkan dengan baik ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung proses pengumpulan data.” pungkas Suryo Agung Wibowo. GS