Foto: Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke breeding center sapi Bali di BPTU HPT Denpasar di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/2/2021).

Jembrana (Metrobali.com)-

Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan melakukan kunjungan kerja ke pusat pembibitan (breeding center) sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Makanan Ternak (BPTU HPT) Denpasar (Breeding Center Pulukan) di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/2/2021).

Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Sudin didampingi sejumlah anggota, salah satunya dari dapil Bali yakni AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra). Kunjungan kerja ini untuk melihat sejauh mana upaya pembibitan dan pelestarian ternak sapi Bali yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Dr. Nasrullah mengungkapkan BPTU HPT Denpasar merupakan pusat pengembangan sapi Bali murni. “Kemurnian sapi Bali sebagai plasma nuftah menjadi kebanggaan nasional dan terus kita lestarikan,” kata Nasrullah memberikan penjelasan kepada rombongan Komisi IV DPR RI.

Dijelaskan bahwa BPTU HPT Denpasar bertugas melaksanakan pemeliharaan, produksi, pemuliaan, pelestarian, pengembangan, penyebaran, dan distribusi bibit ternak unggul sapi Bali. Instansi ini juga bertugas melaksanakan produksi dan distribusi benih/bibit hijauan pakan ternak.

Hingga tahun 2021 total populasi sapi Bali di BPTU HPT Denpasar mencapai 1.759 ekor (587 ekor sapi jantan dan 1.172 ekor sapi betina). Breeding center ini mendukung target Pemrov Bali agar mencapai total populasi sapi Bali minimal 1 juta ekor.

Namun saat ini masih ada sejumlah tantangan dan kendala yang dihadapi BPTU-HPT Denpasar dalam rangka melestarikan sapi Bali sebagai plasma nutfah asli Indonesia.

Baca Juga :
Polda Bali Jadwalkan Periksa Margriet, Pasca Penetapan Jadi Tersangka

Pertama, lahan breeding center BPTU-HPT Denpasar yang dikelola di atas lahan seluas 102 hektar masih menggunakan lahan HGU (Hak Guna Usaha ) Perusda (Perusahaan Daerah) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Kedua, dalam rangka optimalisasi fasilitasi BPTU-HPT Denpasar, diperlukan hibah lahan sehingga tidak menjadi kendala ke depan dengan tertib administrasi dan aturan.

“Status kepemilikan lahan belum jadi milik Kementerian Pertanian, masih milik Perusda Pemprov Bali, ini jadi masalah juga. Akibatnya kami tidak bisa membangun lagi karena persoalan kepemilikan lahan,” ungkap Nasrullah.

Atas dua persoalan ini diharapkan Anggota Komisi IV DPR RI dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi diharapkan bisa membantu mencarikan solusi dan menjembatani komunikasi dengan Pemprov Bali.

“Ini masih dibicarakan dengan Pemprov Bali.  Harapannya Pak Gus Adhi bisa bantu cari jalan keluar,” ujar Nasrullah.

Tantangan ketiga terkait dengan rencana adanya jalan Tol Mengwi-Gilimanuk. Diharapkan pembangunan jalan to tol ini tidak mengenai lokasi BPTU HPT Denpasar.

Terkait berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi BPTU-HPT Denpasar, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta agar segera dikoordinasikan dengan Pemprov Bali. Bahkan ia menyarankan kalau perlu dan jika ada dana APBN, lahan ini sebaiknya dibeli saja agar jadi milik Kementerian Pertanian.

“Bicarakan dengan kepala daerah soal status lahan. Berikan privilege (hak istimewa) kepada Bali, misalnya 50 persen berikan ternak bibit sapi Bali ke Pemprov Bal. Jangan ada konflik Pemprov Bali dengan Kementerian Pertanian,” harap politisi PDI Perjuangan ini.

“Atau kalau tidak jalan terbaik pindahkan ke NTT. Tapi namanya bukan sapi Bali lagi, kebanggaan kita akan hilang,” sentil legislator asal Lampung itu.

Baca Juga :
Ninda Lestari dan Veranice Vicada, Putri Asal Denpasar Wakili Bali di Ajang Putri Cilik dan Remaja Indonesia 2019

Anggota Komisi IV DPR RI dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) mengaku siap ikut mencarikan solusi atas berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi BPTU-HPT Denpasar serta mengkomunikasikannya dengan pihak Pemprov Bali.

“Ternyata ada masalah lahan, jadi tidak ada kepastian, rencana pembangunan dari BPTU-HPT Denpasar juga tersendat. Permasalahan lahan ini harus segera diselesaikan,” kata Anggota Fraksi Golkar DPR RI yang akrab disapa Gus Adhi ini.

Anggota DPR RI dua periode ini mengajak semua pihak baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat marilah berpikir untuk Bali dan nusantara dalam pelestarian sapi Bali ini. “Untuk Bali khususnya sapi Bali ini agar bagaimana tetap menjadi unggulan. Sementara kita juga bisa memberikan penyebarluasan pengembangan sapi Bali untuk nusantara,” ujar politisi Golkar asal Kerobokan, Kabupaten Badung ini.

Bahkan Gus Adhi juga mendorong agar kawasan breeding center ini bisa dipoles dan dipercantik menjadi destinasi wisata edukasi peternakan. “Jadi orang bisa belajar kesini bagaimana berternak yang baik,” harap politisi yang juga Ketua Depidar (Dewan Pimpinan Daerah) SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali dan Ketua Harian Depinas (Dewan Pimpinan Nasional) SOKSI ini. (wid)