Komisi III DPRD Badung Dukung Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kembalikan Aset yang tak Produktif

metrobali
single-image

Keterangan foto: Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata didampingi Nyoman Satria dan Wayan Sandra memimpin RDP dengan Direksi dan Badan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Jumat (7/5)/MB

Badung (Metrobali.com) –

Komisi III DPRD Badung mendukung Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) untuk mengembalikan aset-aset gedung yang tidak produktif. Tujuannya, agar Perumda Pasar MGS tak terbebani biaya penyusutan dan lainnya dari keberadaan aset tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Badung dengan Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Pasar MGS, Jumat (7/5). RDP tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata didampingi Wakilnya Nyoman Satria dan sejumlah anggota seperti Wayan Sandra, Made Yudana, Made Suryananda Pramana, Nyoman Graha Wicaksana, dan Komang Tri Ani. Sementara Perumda dihadiri Dirut Made Sukantra, Direktur Operasi Wayan Astika, serta Dirum Made Mustika. Dewan Pengawas juga hadir pada RDP tersebut.Dalam paparannya soal kinerja,

Direktur Utama Perumda Pasar MGS Made Sukantra menyatakan, pendapatana usaha pada 2020 mencapai Rp 21,8 miliar lebih. Beban usaha mencapai Rp 19,7 miliar, bea penyusutan mencapai Rp 1,3 miliar dan laba bersih mencapai Rp 608,7 miliar. “Setoran ke kas daerah Kabupaten Badung mencapai Rp334,8 miliar,” ujar Sukantra.

Selanjutnya, ujar Sukantra, dari 10 unit pasar yang dikelola, setidaknya ada 3 yang tidak produktif alias tak menghasilkan apa-apa dan satu tetap operasional namun masih tetap disusui. “Jadi ada empat yang tak produktif yakni Pasar Kertasari Mambal, Pasar Tenten Mengwi, Pasar Kapal dan Pasar Sembung Mengwi,” ujarnya sembari menambahkan, enam pasar sangat produktif sehingga menghasilkan pendapatan untuk mendukung operasional Perumda Pasar MGS secara keseluruhan.

Baca Juga :
Gubernur Koster Minta BPK Tak Ragu Berikan Opini Berdasarkan Kondisi Riil

Sementara penyertaan modal daerah dalam bentuk bangunan senilai Rp 25,3 miliar, dan tunai Rp 2 miliar untuk pengelolaan CAS. Potensi usaha 3.025 unit, jumlah pedagang 2.476, dan jumlah pegawai 219 orang.

Dirut Sukantra kembali menyatakan, pihaknya akan terjun dalam bisnis sapi sehingga tak sekadar pemungut iuran. “Jika memang ada yang memerlukan sapi di luar daerah, peluang ini akan kami ambil untuk ekstensfikasi usaha,” katanya.

Direktur Operasional Wayan Astika menambahkan, untuk menambah pendapatan Perumda, pihaknya gencar melakukan pengembangan usaha. Sejak covid, Perumda banyak dipercaya untuk membuat paket-paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Potensi lain yang akan dikembangkan adalah pergudangan di sejumlah pasar. Pergudangan ini dinilai masih sangat prospektif untuk menambah pendapatan Perumda. “Ini kami masih kaji peluangnya dan pengusaha yang akan menyewa gudang ini sudah terus menanyakannya,” katanya.

Karena sudah mampu menyetor laba ke kas daerah, Komisi III memberikan apresiasi kepada Perumda Pasar. Ketua Komisi III Alit Yandinata menyatakan akan turun ke lapangan untuk melihat dari dekat pasar-pasar yang tak produktif. “Jika memang demikian adanya, kami akan dukung Perumda untuk mengembalikan aset-aset tak produktif tersebut sehingga tidak menjadi beban perusahaan,” katanya.

Walau begitu, Alit Yandinata meminta Perumda melakukan ekstensifikasi usaha. Misalnya apalagi peluang yang bisa dikembangkan di setiap pasar. Misalnya di Pasar Beringkit bisa dikembangkan Coffee Corner atau potensi-potensi lainnya, termasuk memperluas hari pasaran. Saat ini praktis pasaran hanya 8 kali sebulan. “Ini bisa dikembangkan,” katanya.

Soal SDM, anggota Komisi III Wayan Sandra minta direksi tegas menerapkan disiplin kepada karyawan. Pastikan disiplin kehadiran, disiplin kinerja dan sebagainya. “Kalau memang ada yang malas yang harus ditegur atau diberi sanksi. Dengan demikian, SDM yang banyak tidak menjadi beban, tetapi malah menjadikan perusahaan lebih produktif,” katanya.

Baca Juga :
Diduga Mabuk, Sopir L 300 Sikat Tugu Perbatasan

Anggota Komisi III lainya Nyoman Graha Wicaksana berharap Peruma bisa menjadi penyelamat masyarakat di saat covid seperti sekarang. Misalnya menggelar pasar murah untuk menekan harga-harga. “Terkadang sejumlah produk seperti bunga dan daging ayam melonjak di saat covid,” katanya. SUT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.